Pemerintah Susun Strategi Penguatan Komcad dan Komduk, Khususnya di Perbatasan Filipina dan Malaysia

Jakarta, IDM – Pemerintah melalui Kementerian Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memetakan isu strategis dan merumuskan strategi implementasi program penguatan pertahanan semesta lewat komponen cadangan (komcad) dan komponen pendukung (komduk).
Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI Parwito mengatakan, sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama dalam memperkuat komcad dan komduk.
“Pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama. Komcad dan komduk bukan hanya instrumen pertahanan, tetapi juga sarana membangun kesadaran, disiplin, dan semangat kebangsaan. Dengan sinergi lintas sektor, kita memastikan program nasional ini memberi dampak nyata bagi kekuatan pertahanan semesta,” kata Parwito dalam siaran pers Kemenko Polkam, Selasa (12/8).
Baca Juga: TNI AL Terima Radar Coastal Surveillance dari Kemhan
Penguatan komcad dan komduk juga merupakan arahan dari Menko Polkam Budi Gunawan.
Penguatan tersebut diarahkan untuk membangun sistem pertahanan semesta yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap berbagai bentuk ancaman, baik militer maupun non-militer.
Pada 5 hingga 8 Agustus 2025, Parwito memimpin rangkaian agenda strategis di Sulawesi Utara, seperti optimalisasi peran komcad dan komduk sesuai kebijakan nasional, sekaligus monitoring dua program prioritas pemerintah, yaitu makan bergizi gratis (MBG) dan sekolah rakyat.
Kemenko Polkam menyoroti urgensi penguatan pertahanan semesta di wilayah yang berbatasan langsung dengan Filipina dan Malaysia.
“Sulawesi Utara adalah garda terdepan NKRI di utara. Dengan dukungan penuh pada komcad dan komduk, kita dapat menjadikannya contoh nyata pertahanan semesta yang solid dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Parwito.
Namun, implementasi di lapangan menghadapi berbagai tantangan seperti yang terungkap dari kunjungan monitoring.
Baca Juga: KRI Semarang Angkat Jangkar, Susul Misi Laut KRI Bima Suci
Kunjungan Parwito ke Rindam Kodam XIII/Merdeka menunjukkan bahwa kapasitas fasilitas pelatihan komcad masih terbatas, dengan kendala perlengkapan dan minimnya tenaga kesehatan internal.
Temuan ini menegaskan perlunya dukungan anggaran dan koordinasi yang lebih kuat antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil rapat, pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, didorong berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia, menyediakan infrastruktur, dan menggerakkan partisipasi masyarakat, termasuk para nelayan, sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pertahanan. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































