POLKAM

Pemerintah Pacu Modernisasi Pertahanan untuk Perkuat Posisi Indonesia di Asia

Menko Polkam
Pemerintah pacu modernisasi pertahanan untuk perkuat posisi Indonesia di Asia. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus mengakselerasi upaya penguatan pertahanan nasional sebagai bagian dari strategi meningkatkan kemampuan militer Indonesia sekaligus memperkuat posisi negara dalam peta kekuatan kawasan Asia.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang membahas peningkatan capaian Asia Power Index (API) dan dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen Marinir Kresno Pratowo.

Dalam forum tersebut, Kresno mengungkapkan bahwa skor Military Capability Indonesia masih memerlukan peningkatan agar dapat memenuhi target pembangunan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dalam RPJMN 2025–2029.

Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Pengamanan Perbatasan saat Pemulangan PMI Bermasalah dari Malaysia

“Skor Military Capability Indonesia masih berada di bawah target RPJMN 2025–2029 sehingga kita perlu meningkatkan mekanisme untuk memperkuat pertahanan nasional Indonesia dan meningkatkan skor API,” kata Kresno.

Rapat yang melibatkan unsur TNI, BRIN, Bappenas, serta berbagai pemangku kepentingan bidang pertahanan itu menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis.

Modernisasi alutsista menjadi salah satu agenda utama yang dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan tempur dan daya tangkal Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan yang semakin berkembang.

Selain itu, penguatan kualitas personel pertahanan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta pengembangan industri pertahanan nasional juga menjadi perhatian utama.

Kedua aspek tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun kekuatan pertahanan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada pihak luar.

Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Antisipasi Dampak Dinamika Reformasi Jilid II

Meski mendorong peningkatan skor dalam indeks internasional, pemerintah menegaskan bahwa orientasi utama pembangunan pertahanan tetap bertumpu pada kepentingan strategis nasional.

“Peningkatan skor Military Capability bukan tujuan akhir pembangunan pertahanan nasional namun yang lebih utama adalah meningkatkan posisi tawar Indonesia di kawasan, serta mendukung terwujudnya kepentingan nasional,” tegas Kresno.

Melalui sinergi lintas sektor dan penyelarasan dengan konsep Optimum Essential Force, pemerintah berharap pembangunan pertahanan Indonesia dapat menghasilkan kekuatan yang modern, profesional, dan mampu menjawab berbagai spektrum ancaman masa depan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.