POLKAM

Pemerintah Matangkan Rekomendasi Pengawalan RUU Keamanan Siber

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Rekomendasi Pengawalan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Rekomendasi Pengawalan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

Hal ini sebagai langkah strategis memperkuat payung hukum keamanan siber nasional.

Rapat tersebut menghadirkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti BSSN, Kemenkomdigi, Kemenkumham, TNI, dan Polri.

Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagaan Nasional, Prabowo Berencana Datangkan 200 Helikopter di 2026

Seluruh peserta membahas peningkatan ancaman siber yang semakin kompleks dan berpotensi mengganggu infrastruktur digital strategis negara.

“RUU KKS adalah kebutuhan mendesak untuk memastikan ruang siber Indonesia aman, berdaulat, dan siap menghadapi eskalasi ancaman global,” tegas Asisten Deputi Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber, Marsma TNI Budi Eko.

Pembahasan menyoroti empat aspek utama, yakni perkembangan isu strategis dalam RUU KKS, penajaman pengaturan kelembagaan dan pembagian kewenangan, harmonisasi dengan regulasi nasional seperti UU ITE dan UU PDP, serta penyusunan rekomendasi pengawalan yang komprehensif dan implementatif.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Modernisasi Alutsista jadi Kunci Respons Cepat Bencana

Para narasumber juga menggarisbawahi perlunya koordinasi lintas sektor yang solid, penguatan standar keamanan, serta tata kelola adaptif sejalan dengan perkembangan teknologi dan dinamika ancaman siber.

Kemenko Polkam menegaskan komitmen mempercepat finalisasi RUU KKS melalui penyelarasan posisi seluruh kementerian/lembaga.

“Keamanan siber adalah fondasi kedaulatan digital. Pemerintah harus bergerak cepat dan terkoordinasi agar RUU KKS dapat segera terwujud,” ujar Budi Eko. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.