INTERNASIONAL

Pembangunan Militer Cina Menimbulkan Kekhawatiran Bagi Australia

Parade militer
Parade militer Cina memperingati ulang tahun ke-90 Angkatan Bersenjata. (Foto: Dok. Jcs.mil)

Jakarta, IDM – Panglima Angkatan Bersenjata Australia Angus Campbell mengatakan bahwa peningkatan postur militer Cina di kawasan Indo-Pasifik telah menimbulkan kekhawatiran bagi negaranya. Ia pun meminta Cina untuk lebih transparan terkait kekuatan alutsista yang dimiliki.

Dilansir dari The Canberra Times, Minggu (9/7), Campbell menegaskan Australia tidak mengecam Cina atau negara manapun karena berupaya untuk meningkatkan keamanan nasionalnya sendiri. Namun, Campbell menilai peningkatan berskala besar Cina harus disertai dengan transparansi dan jaminan terhadap komunitas internasional.

Baca Juga: Ditentang Banyak Pihak, AS akan Kirim Bom Cluster ke Ukraina

"Terdapat beberapa kritik tentang tidak adanya transparansi dan jaminan di kawasan sehubungan dengan skala dan maksud pembangunan militer itu," kata Campbell.

Kini, Cina disebut memiliki armada angkatan laut terbesar di dunia dengan sekitar 355 kapal dan 58 kapal selam dimana 12 diantaranya bertenaga nuklir. Diperkirakan akan tumbuh menjadi 440 pada tahun 2030.

"Bukan karena menjadi yang paling kuat atau paling mampu tetapi yang sangat penting adalah kekuatan itu terus berkembang," ujarnya.

Baca Juga: Dapat Dukungan dari Turki, Ukraina Ingin Segera Gabung NATO

Cina juga memiliki armada angkatan udara terbesar ketiga di dunia dengan lebih dari 2000 pesawat, termasuk pesawat tempur generasi kelima. Ditambah lagi, Beijing diperkirakan memiliki 1.250 sistem rudal balistik yang mencakup rudal hipersonik dan 400 rudal nuklir.

"Telah terjadi perubahan signifikan dalam kecanggihan teknologi Cina di semua sektor yaitu darat, udara, laut, ruang angkasa, dan dunia maya dalam dua dekade terakhir," ungkap Campbell.

Campbell menambahkan, fokus pembangunan militer Australia bukanlah untuk menargetkan satu negara saja. Tetapi kehadiran Cina yang terus memperluas postur militer itu harus diwaspadai. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.