INTERNASIONAL

PBB: Warga Palestina yang Disandera Israel Mengalami Penyiksaan

penahan sandera
Operasi penahan sandera oleh militer Israel (Foto: Dok. ohchr.org)

Jakarta, IDM – Dewan HAM PBB (OHCHR) melaporkan bahwa warga Palestina yang ditahan oleh otoritas Israel sejak 7 Oktober telah mengalami penyiksaan dengan berbagai metode yang mengerikan.

Dilansir dari OHCHR, Jumat (2/8), sebanyak 53 warga Palestina diketahui tewas di saat ditahan Israel, dan beberapa di antaranya ditahan secara rahasia tanpa akses ke pengacara.

Berdasarkan wawancara OHCHR dengan mantan tahanan dan sumber-sumber lain, tahanan itu termasuk pria, wanita, anak-anak, dan jurnalis. Sebagian dari mereka disiksa dengan metode waterboarding, dilarang tidur, hingga disengat listrik.

Baca Juga: Analis: Hamas Tak akan Hancur Meski Pemimpinnya Tewas

"Kesaksian yang dikumpulkan oleh kantor saya dan badan-badan lain menunjukkan serangkaian tindakan yang mengerikan, seperti penyiksaan dengan air (waterboarding) dan pelepasan anjing ke tahanan, di antara tindakan-tindakan lain yang merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum HAM internasional," kata Kepala OHCHR Volker Türk.

Selain itu, dikatakan bahwa mereka ditahan di fasilitas mirip sebuah kandang dan ditelanjangi dalam waktu lama. Penyiksaan lain juga berupa diikat lalu digantung di langit-langit dan disundut dengan rokok.

Baca Juga: Ukraina Terima Pesawat Tempur F-16 Pertama

Sementara, para sandera yang ditawan oleh Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya, turut dilaporkan mengalami penyiksaan atau dipaksa melihat sandera lain disiksa. Mereka juga ditahan dalam kondisi kekurangan makanan, air, sanitasi yang buruk, serta kurangnya udara segar maupun sinar matahari.

Temuan dalam laporan tersebut dapat digunakan oleh jaksa Pengadilan Kriminal Internasional, yang sedang menyelidiki kejahatan yang dilakukan selama perang Israel-Hamas sejak 7 Oktober di Gaza. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.