PBB Tegaskan Gaza Butuh Gencatan Senjata Permanen Bukan Jeda Taktis

Jakarta, IDM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Gaza membutuhkan gencatan senjata permanen bukan hanya jeda taktis sepihak yang diberlakukan Israel.
Pasalnya, jeda taktis di Jalur Gaza belum mampu menjawab besarnya kebutuhan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dalam konferensi pers, juru bicara PBB Farhan Haq mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menerangkan bahwa gencatan senjata permanen lebih dibutuhkan dari sebelumnya.
“Jeda taktis sepihak saja tidak memungkinkan aliran pasokan berkelanjutan yang dibutuhkan untuk memenuhi tingkat kebutuhan yang sangat besar di Gaza,” ucap Haq seperti dikutip Anadolu, Kamis (31/7).
Baca Juga: Thailand-Kamboja Saling Tuduh Melanggar Gencatan Senjata
Meskipun PBB dan para mitranya terus berupaya mengirimkan bantuan kapan pun memungkinkan, Haq menyebut kondisi di lapangan masih jauh dari cukup untuk memastikan distribusi bantuan secara efektif.
Haq juga membeberkan bahwa sejak jeda diumumkan oleh otoritas Israel empat hari lalu, masih menelan korban jiwa di kalangan warga yang sedang mencari bantuan.
“Lebih banyak kematian terjadi akibat kelaparan dan malnutrisi. Orang tua terus berjuang menyelamatkan anak-anak mereka dari kelaparan,” tegasnya.
Haq menuturkan kondisi berat juga dirasakan oleh para pekerja kemanusiaan. Adanya beban kerja berlebihan, kurangnya asupan makanan di kalangan tenaga medis dan pekerja dukungan psikososial hingga kelelahan ekstrem terjadi di sepanjang Jalur Gaza.
Baca Juga: Deputy Force Commander MINUSCA Hadiri Medal Parade di Afrika Tengah
“Pasokan bahan bakar yang tersedia saat ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penting yang bisa menyelamatkan nyawa. Jumlahnya ibarat setetes air di lautan kebutuhan yang luas,” ucalnya.
Ihwal adanya bantuan via udara, Haq mengatakan metode tersebut tidak bisa dijadikan solusi utama karena proses ini melibatkan serangkaian pengaturan bilateral.
OCHA pun menekankan semua jalur penyeberangan harus dibuka dan arus barang kemanusiaan maupun komersial harus dilancarkan untuk mengatasi krisis.
Adapun dara terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan sejak 27 Mei, sedikitnya 1.239 warga tewas dan lebih dari 8.152 lainnya luka-luka akibat tembakan tentara Israel saat warga sedang mengantre bantuan. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































