PBB Akui Masih Ada Hambatan Besar dalam Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta, IDM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sejumlah tantangan besar masih menghambat operasi kemanusiaan di Jalur Gaza, meskipun terdapat kemajuan sejak diberlakukannya gencatan senjata sebulan lalu.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, mengatakan pihaknya terus memanfaatkan setiap peluang untuk menyelamatkan nyawa warga Gaza.
Baca Juga: Pesawat C-130 Militer Turki Jatuh di Georgia, Operasi SAR Masih Berlangsung
Menurut Fletcher, PBB bersama mitra kemanusiaan telah berhasil menyalurkan makanan kepada lebih dari satu juta penduduk.
Beberapa pos gizi juga telah beroperasi kembali, sementara rumah sakit kini mampu merawat lebih banyak pasien.
Ia menambahkan, pembersihan jalan, perbaikan saluran air, layanan imunisasi, serta distribusi pakaian musim dingin, selimut, dan bantuan kesehatan mental sudah kembali dilakukan.
Baca Juga: Kekejaman Paramiliter Terus Berlanjut, Sudan Sebut Masyarakat Internasional Hanya Diam
Namun demikian, Fletcher menegaskan masih banyak rintangan yang harus dihadapi, terutama dalam mengatasi birokrasi, memperluas akses penyeberangan, dan memastikan keamanan di lapangan.
“Dengan menurunnya hambatan-hambatan tersebut, kami dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujarnya, mengutip dari Anadolu. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































