Pasukan Sekutu Eropa Mulai Perkuat Greenland

Jakarta, IDM – Pasukan dari Prancis, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya telah mulai berdatangan ke Greenland untuk membantu meningkatkan keamanan pulau Arktik tersebut.
Sebelumnya, Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan pertemuan di Gedung Putih. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menggambarkan pertemuan itu "tidak mudah," dan terdapat "ketidaksepakatan mendasar" atas ambisi Presiden Donald Trump mengambil alih wilayah otonom Denmark tersebut.
Baca Juga: Jepang dan Filipina Tandatangani Perjanjian Pertahanan Baru, Hadapi Tekanan Cina
Melansir AP, Jumat (16/1), Prancis telah mengirimkan 15 tentara dan Jerman 13 tentara. Inggris, Norwegia, Swedia dan Belanda juga menyatakan akan ikut berpartisipasi.
Pengerahan pasukan merupakan wujud persatuan Eropa dan sinyal kepada Trump bahwa pengambilalihan Greenland tidak diperlukan karena NATO dapat menjaga keamanan kawasan Arktik di tengah meningkatnya pergerakan Rusia dan Cina.
Baca Juga: Tumpukan Puing Akibat Konflik di Jalur Gaza Diperkirakan Capai 60 Juta Ton
Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen mengatakan bahwa tujuannya adalah "untuk membangun kehadiran militer yang lebih permanen dengan kontribusi Denmark yang lebih besar". Ia mengatakan, pasukan dari beberapa negara NATO akan berada di Greenland secara bergantian. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































