Paramiliter Sudan Dilaporkan Telah Melakukan Kejahatan Perang

Jakarta, IDM – Pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) Sudan telah melakukan kejahatan perang di kota el-Fasher, Darfur. Hal ini diungkapkan oleh kelompok hak asasi manusia Amnesty International berdasarkan tinjauan langsung dan wawancara dengan puluhan warga sipil.
Dalam laporan terbarunya, Amnesty International mengatakan telah mengumpulkan kesaksian dari 28 penyintas yang menggambarkan kekejaman di el-Fasher, mulai dari eksekusi singkat terhadap pria tak bersenjata hingga kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.
Baca Juga: Hamas Bertemu Kepala Intelijen Mesir, Bahas Pelanggaran Kesepakatan oleh Israel
"Kekerasan yang terus-menerus dan meluas terhadap warga sipil ini merupakan kejahatan perang dan mungkin juga merupakan kejahatan lain berdasarkan hukum internasional. Semua pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, melansir Amnesty.org, Selasa (25/11).
Laporan itu mengutip seorang penyintas dari el-Fasher yang mengatakan bahwa ia dan putrinya dirudapaksa oleh anggota RSF. Putrinya yang berusia 14 tahun itu sakit parah ketika mereka tiba di kamp pengungsi dan meninggal saat pengobatan di klinik.
Baca Juga: Usai Berunding dengan Ukraina, AS Optimis Konflik akan Segera Berakhir
Seorang penyintas lain yang melarikan diri dari el-Fasher turut mengatakan ia melihat orang-orang ditembak oleh Pasukan RSF saat mencoba melarikan diri.
"RSF membunuh orang-orang seolah-olah mereka lalat. Itu pembantaian. Tak satu pun dari orang-orang yang terbunuh yang saya lihat adalah tentara bersenjata," kata Khalil, yang selamat setelah berpura-pura tewas. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































