Paramiliter Sudan Berupaya Sembunyikan Bukti Pembunuhan Massal

Jakarta, IDM – Sebuah organisasi medis di Sudan mengatakan bahwa pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) berusaha menyembunyikan bukti pembunuhan massal di Darfur dengan mengubur atau membakar jenazah.
Melansir Al Jazeera, Senin (10/11), Sudan Doctors Network melaporkan bahwa RSF berusaha mengumpulkan ratusan jenazah dari el-Fasher, Darfur, setelah mereka mengambil alih kota itu pada 26 Oktober.
Baca Juga: Satgas Indo RDB XXXIX-G/MONUSCO Latih 667 Pasukan Bersenjata Kongo
"Apa yang terjadi di el-Fasher bukanlah insiden yang terisolasi, melainkan babak baru dalam genosida besar-besaran yang dilakukan oleh RSF, yang secara terang-terangan melanggar semua norma internasional dan agama yang melarang mutilasi jenazah dan menjamin hak atas pemakaman yang bermartabat bagi korban tewas," katanya.
Sementara, Organisasi Internasional untuk Migrasi memperkirakan sekitar 82.000 dari total populasi el-Fasher yang berjumlah 260.000 jiwa terpaksa mengungsi. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyebut konflik Sudan sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dari Gus Dur, Soeharto hingga Marsinah
Perang saudara di Sudan pecah pada April 2023 setelah terjadi perebutan kekuasaan antara pasukan militer pemerintah dan kelompok paramiliter RSF. Namun, konflik ini adalah episode terbaru kekerasan di Sudan. Antara tahun 2003 dan 2008, diperkirakan 300.000 orang tewas dan hampir 2,7 juta orang mengungsi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































