INTERNASIONAL

Pantau Pergerakan Kapal di Laut Cina Selatan, Filipina Bangun Pos Penjaga Pantai Baru

Filipina
Kapal penjaga pantai Filipina (Foto: Dok. Wikipedia)

Jakarta, IDM - Filipina telah membangun pos penjaga pantai baru di pulau Thitu yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Tujuannya untuk meningkatkan pemantauan kapal dan pesawat di wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (2/12), fasilitas tiga lantai itu dilengkapi dengan teknologi canggih seperti radar, identifikasi otomatis, komunikasi satelit, dan kamera untuk mengawasi pantai. Pembangunannya dipicu kekuatan Cina yang terus meningkat.

Baca Juga: Gencatan Senjata Berakhir, Pertempuran Kembali Terjadi di Jalur Gaza

“Perilaku penjaga pantai Cina, Angkatan Laut Cina terkadang tidak dapat diprediksi. Mereka tidak mematuhi tatanan internasional, aturan hukum. Apa yang mereka gambarkan sebagai taktik zona abu-abu murni penindasan dan ilegal. Ini tidak dapat diterima dalam tatanan internasional," kata penasihat keamanan nasional Filipina Eduardo Ano.

Disebut oleh masyarakat lokal sebagai Pag-asa, Thitu terletak sekitar 480 km sebelah barat provinsi Palawan, Filipina. Kini, Thitu menjadi pos terdepan dan paling strategis di Laut Cina Selatan, yang sebagian besar diklaim oleh Cina.

Baca Juga: Jelang Musim Dingin, Presiden Ukraina Ungkap Babak Baru Perang dengan Rusia

Selain Filipina dan Cina, beberapa negara lain seperti Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam turut mengklaim sebagian wilayah di Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur ekspor-impor strategis global. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.