POLKAM

Panen Raya TNI, Capaian Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: IG @presidenrepublikindonesia)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat (17/7) hadir dalam acara Panen Raya TNI yang diselenggarakan secara serentak di 43 titik. Acara Panen Raya TNI yang mengintegrasikan panen tebu, padi, dan kedelai sebagai bagian mendukung program Ketahanan Pangan Nasional tersebut dipusatkan di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang didampingi oleh tiga kepala staf mengatakan, kehadiran Presiden menjadi penyemangat bagi jajaran TNI dalam menjalankan program strategis pemerintah di sektor pangan.

Kepada Presiden, Panglima TNI melaporkan hasil pengelolaan pangan yang dijalankan oleh masing masing matra. TNI AU melaksanakan pendampingan pengelolaan lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi sekitar 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI, Istana Tegaskan Misi Besar Swasembada Pangan

Berdasarkan informasi yang diterima, mayoritas pangkalan udara utama TNI AU seperti Lanud Iswahjudi dan Lanud Abdulrahman Saleh telah ditanami tebu. Nantinya dari 1 ha lahan tebu akan menghasilkan 70 ton tebu dan tidak semuanya menjadi gula.

“Dari 70 ton tebu, 7% menjadi gula dan 5% menjadi tetes tebu. Tetes tebu bisa menjadi alkohol, ethanol food grade dan fuel grade,” kata seorang narasumber kepada redaksi di Jakarta, Sabtu (18/7).

Dengan begitu, TNI AU mendukung dua program prioritas pemerintah sekaligus, yaitu swasembada pangan dan swasembada energi.

Baca Juga: Di Balik Polemik TNI Jaga Jampidsus, Istana Beberkan Filosofi Perpres Nomor 66 Tahun 2025

Selain dari TNI AU, Panglima TNI juga melaporkan bahwa TNI AL telah mendampingi pengelolaan lahan kedelai seluas 2.432 hektare dengan produksi 3.676 ton serta terus membuka lahan baru untuk meningkatkan hasil produksi.

Sementara TNI AD mendampingi pengelolaan lahan padi, pada Juli 2026 seluas 479.659 hektare. Secara kumulatif, sampai periode Januari–Juni 2026, luas panen mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau mendukung lebih dari 55 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

"Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," tegas Panglima TNI.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri Demi Rakyat

Presiden Prabowo mengapresiasi Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Ketahanan pangan, kata Prabowo, merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.