Negara Dirugikan Puluhan Tahun, Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Baru Dimulai

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan langkah penertiban kawasan hutan dan penyelamatan kekayaan negara yang tengah dilakukan pemerintah masih berada pada tahap awal.
Ia menyebut, pelbagai temuan yang terungkap sejauh ini baru menggambarkan sebagian kecil dari praktik penyimpangan besar yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Apa yang kita capai hari ini sesungguhnya baru ujung dari kerugian bangsa dan negara,” kata Prabowo.
Baca Juga: BNPB: Petugas Gabungan TNI-Polri Kerja 20 Jam per Hari Percepat Pemulihan Banjir dan Longsor
Prabowo menilai praktik penguasaan ilegal kawasan hutan dan penyalahgunaan kekayaan negara dilakukan secara sistematis oleh pihak-pihak yang mengedepankan keserakahan.
Ia menerangkan bahwa para pelaku kerap meremehkan kewibawaan negara.
“Mereka berani melecehkan negara, menganggap pejabat di setiap eselon bisa dibeli dan disogok,” tegasnya.
Sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo menyatakan komitmennya untuk memberantas korupsi dan menghentikan perampokan kekayaan negara.
Baca Juga: Kemenko Polkam Dorong Integrasi Intelijen untuk Jawab Ancaman di Tahun 2026
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tiga bulan setelah pelantikannya.
Hingga kini, Satgas PKH telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sekitar Rp6 triliun. Namun, Prabowo menegaskan angka tersebut masih jauh dari potensi sesungguhnya.
“Ini baru permulaan. Jika diteliti dengan sungguh-sungguh, potensi kerugian negara bisa mencapai ratusan triliun rupiah,” ujarnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































