INTERNASIONAL

Menlu AS Bertemu Presiden Cina, Sepakat Stabilisasi Hubungan Antarnegara

Antony Blinken dan Xi Jinping
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu Presiden Cina Xi Jinping di Beijing. (Foto: Dok. Twitter/Antony Blinken Official)

Jakarta, IDM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken telah melakukan pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk "stabilisasi" hubungan antarnegara.

Dilansir dari CNN, Selasa (20/6), Xi mengungkapkan bahwa pertemuan selama 35 menit itu merupakan wujud untuk menyelesaikan isu-isu global.

“Hasil pertemuan itu sangat bagus dan kedua belah pihak telah membuat kemajuan dengan mencapai kesepakatan dalam beberapa isu spesifik," kata Xi.

Baca Juga: Helikopter Apache Israel Serang Kamp Palestina, 5 Orang Tewas

Lebih lanjut, Xi menambahkan bahwa ia berharap pihak AS dapat memberikan kontribusi yang lebih positif dalam menstabilkan hubungan yang semakin tegang selama beberapa bulan terakhir.

"Interaksi antarnegara harus selalu berlandaskan rasa saling menghormati. Cina menghormati kepentingan AS dan tidak akan menantang AS. Demikian pula, AS juga harus menghormati Cina dan tidak merugikan hak maupun kepentingan sah Tiongkok," kata Xi.

Menurutnya Cina berada di posisi yang terbuka untuk memperdalam hubungan dengan AS usai bertemu Presiden Biden di sela-sela KTT G20 Bali, Indonesia pada November.

Baca Juga: Ukraina Klaim Berhasil Rebut Delapan Wilayah dari Pasukan Rusia

“Pihak Cina telah menyatakan jelas posisi kami dan kedua belah pihak telah sepakat untuk melanjutkan kesepakatan bersama yang telah dicapai oleh Presiden Biden dan saya di Bali,“ katanya.

Sementara itu, Blinken menilai pertemuan dengan Xi tidak menghasilkan langkah konkrit yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Menurut dia penyelesaian ketidaksepakatan terkait isu global dengan Cina membutuhkan komunikasi lanjutan.

Baca Juga: PBB: Rusia Telah Halangi Bantuan untuk Korban Banjir Bendungan Kakhovka

“Saat ini, Cina belum setuju untuk membahas langkah lebih lanjut. Saya pikir itu masalah yang harus terus kami tangani. Sangat penting bagi kami untuk memulihkan saluran-saluran komunikasi tersebut,” kata Blinken.

Selama satu tahun terakhir, Hubungan Cina dan AS semakin bersitegang karena beberapa hal, seperti kunjungan kontroversial mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan, insiden balon pengintai Cina yang menyusup ke AS, hingga perang Rusia-Ukraina. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.