POLKAM

Menhan Sjafrie Bentuk Satgas Kuala untuk Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

Prabowo Subianto dan Sjafrie Sjamsoeddin
Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau pengungsi korban bercana alam di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (31/12). (Foto: Dok. Kementerian Pertahanan RI)

Jakarta, IDM – Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemulihan sarana dan prasarana di wilayah terdampak bencana. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala sebagai langkah strategis terbaru.

Pengumuman tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1).

“Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi,” ujar Menhan Sjafrie.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Bantuan Bencana

Menurutnya, komposisi pertama akan difokuskan pada pendalaman Kuala, sementara komposisi kedua diarahkan untuk pemanfaatan air di kawasan tersebut.

“Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di Kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih,” jelasnya.

Sjafrie menambahkan, Satgas Kuala resmi terbentuk siang ini dan dijadwalkan mulai beroperasi dua minggu mendatang dari Kualasimpang.

Sistem penjernihan air yang digunakan Satgas Kuala sebelumnya telah diaplikasikan di sejumlah lokasi terdampak bencana. Teknologi ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan dengan memanfaatkan fiber reinforced plastic sebagai tabung filtrasi utama.

Air hasil filtrasi kemudian diproses lebih lanjut dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro. Tahap akhir dilakukan dengan penyinaran ultraviolet (UV) guna membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya sehingga air aman dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga: Usai Tahun Baru di Tapsel, Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Tamiang

Menanggapi langkah Menhan Sjafrie, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar Satgas Kuala segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Bagus, terima kasih. Koordinasi sama gubernur daerah masing-masing,” tegas Presiden.

Rapat terbatas tersebut juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.