Menhan Katz: Pasukan Israel akan Tetap Berada di Gaza

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa pasukannya akan tetap berada di Gaza tanpa batas waktu yang ditentukan. Hal itu ia ungkapkan di tengah perundingan dengan Hamas mengenai gencatan senjata baru dan pembebasan sandera.
Katz menekankan, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) akan tetap mempertahankan posisinya bukan hanya untuk menekan Hamas tetapi juga demi menjaga keselamatan para prajurit.
Baca Juga: Boeing Siap Sesuaikan Kebutuhan F-15EX untuk Indonesia
"IDF akan tetap berada di zona keamanan sebagai penyangga antara musuh dan masyarakat dalam situasi sementara atau permanen di Gaza, seperti di Lebanon dan Suriah," kata Katz melalui platform X, Rabu (16/4).
Selain itu, ia menegaskan kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupa memblokir akses masuk bantuan kemanusiaan di Gaza. Tujuannya untuk mencegah Hamas memanfaatkannya untuk menyelundupkan kebutuhan militer.
Baca Juga: Penjaga Pantai Cina dan Filipina Kembali Bersitegang di Perairan Sengketa
"Kebijakan Israel jelas: tidak ada bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke Gaza, dan memblokir bantuan ini merupakan salah satu tekanan utama yang mencegah Hamas menggunakannya sebagai alat untuk menekan penduduk," katanya.
Sebelumnya, Israel telah menyampaikan proposal gencatan senjata baru selama 45 hari dan pembebasan setengah dari total sandera pada minggu pertama perjanjian. Namun, Hamas dituntut untuk melucuti senjatanya agar proposal itu terwujud. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































