Lemhannas: Gencatan Senjata Permanen AS-Israel vs Iran Harus Terus Didorong, karena Pengaruhi Geoekonomi Kita

Jakarta, IDM – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mendorong agar pemerintah terus mengupayakan gencatan senjata permanen konflik Amerika Serikat-Israel versus Iran.
Hal itu disampaikan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily setelah membuka musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) tahun 2026 di Lemhannas, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).
Ace mengatakan bahwa seluruh pemimpin dunia menginginkan gencatan senjata tidak hanya jeda dua minggu.
Baca Juga: Lebanon Bersedia Tatap Muka dengan Israel jika Gencatan Senjata Dilakukan
“Tetapi bisa terus berlanjut (permanen). Karena dari konflik Amerika dan Israel versus Iran itu dampaknya kita tahu, Selat Hormuz yang merupakan jalan bagi logistik, terutama energi dunia, mengakibatkan kenaikan harga energi yang signifikan,” tutur Ace.
Ace menyebut, dampak konflik AS-Israel versus Iran mempengaruhi stabilitas banyak negara. Oleh karena itu, gencatan senjata permanen harus terus didorong.
“Pendekatan diplomatik untuk bisa menyelesaikan perdamaian harus terus didorong oleh kita semua, karena kita ingin bahwa kondisi stabilitas geopolitik global ini bisa terjaga dengan baik yang pasti akan mempengaruhi terhadap geoekonomi kita,” kata Ace.
Ace juga meyakini pemerintah Indonesia terus mendorong upaya-upaya perdamaian dalam rangka memastikan stabilitas kondisi geopolitik global.
“Termasuk juga langkah-langkah Presiden Prabowo dalam menjaga terutama ketahanan energi kita, dengan memastikan soal ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bisa berlangsung aman. Saya kira kita patut mengapresiasi Bapak Presiden yang terus melihat kondisi yang terjadi dan langkah-langkah strategisnya, terutama harga energi di dalam negeri bisa terjangkau oleh masyarakat,” ujar Ace.
Dilansir dari BBC, Rabu (8/4), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa Iran akan menyetujui gencatan senjata jika serangan terhadap Iran dihentikan sejak negara tersebut diserang AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Selama dua minggu gencatan senjata, Araghchi mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran mempertimbangkan agar Selat Hormuz aman dilalui. Kini, kedua pihak sedang merundingkan perdamaian di Pakistan. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































