Kunjungi Ukraina, Menlu AS Tegaskan Komitmen Bantuan AS

Jakarta IDM - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Kyiv sebagai bentuk dukungan terhadap Ukraina yang tengah melakukan serangan balasan selama beberapa bulan terakhir. Kunjungan itu dilakukan beberapa jam setelah Rusia melancarkan serangan rudal terhadap Ibu Kota Kyiv.
Dilansir dari Reuters, Rabu (6/9), Lawatan itu menandakan berlanjutnya dukungan AS terhadap upaya Kyiv memukul mundur pasukan Rusia meskipun keberhasilan yang diraih terbilang berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Dalam kesempatan itu, Blinken berbincang dengan Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy. Ia juga dikabarkan akan mengumumkan bantuan militer AS yang baru.
Baca Juga: Inggris Berencana Tetapkan Kelompok Tentara Bayaran Wagner Sebagai Teroris
“Kami ingin memastikan bahwa Ukraina memiliki apa yang dibutuhkannya, tidak hanya untuk berhasil dalam serangan balasan, namun juga memiliki apa yang dibutuhkannya untuk jangka panjang, untuk memastikan bahwa mereka memiliki pencegahan yang kuat,” kata Blinken.
Lebih lanjut, Blinken juga menyinggung terkait progres serangan balasan Ukraina sekaligus menegaskan bahwa AS akan membantu Ukraina memastikan keamanan energi sebelum musim dingin tiba.
“Saya pikir yang paling penting adalah kita mendapatkan penilaian nyata dari pihak Ukraina sendiri. Kami ingin melihat, mendengar bagaimana mereka berniat untuk maju dalam beberapa minggu mendatang," kata Blinken.
Baca Juga: AS Klaim Ungkap Ratusan WN Cina Berusaha Menyusup ke Pangkalan Militer
Sebelumnya, terdapat isu di berbagai media mengutip pejabat AS anonim, yang mengatakan bahwa serangan balasan Ukraina terlalu lambat dan terhambat karena taktik yang buruk. Meskipun tidak disebutkan siapa yang mengkritik, tetapi isu itu cukup membuat pejabat Ukraina geram. Kuleba pun sempat meminta para pengkritik agar “tutup mulut”.
Sementara, Pemerintah AS sejauh ini telah memberikan lebih dari $43 miliar persenjataan dan bantuan militer lainnya ke Ukraina. Presiden AS Joe Biden pun telah meminta Kongres untuk menyetujui pengeluaran tambahan sekitar $40 miliar pada bulan lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































