Sabtu, 25 Mei 2024

Inggris Berencana Tetapkan Kelompok Tentara Bayaran Wagner Sebagai Teroris

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pemerintah Inggris berencana untuk menetapkan kelompok tentara bayaran Wagner sebagai teroris. Usulan rancangan itu akan diajukan ke parlemen yang memungkinkan seluruh kegiatan maupun properti Wagner dilarang di Inggris.

Dilansir dari BBC, Rabu (6/9), Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan bahwa Wagner merupakan kelompok kekerasan, destruktif, dan alat militer Rusia di bawah arahan Vladimir Putin. Kelompok yang sebelumnya dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin itu disebut sebagai ancaman terhadap keamanan global.

Baca Juga: Perluas Postur Kekuatan, Filipina dan AS Berlayar Bersama di Laut Cina Selatan

“Aktivitas destabilisasi yang dilakukan Wagner hanya akan terus mendukung tujuan politik Kremlin. Mereka adalah teroris dan perintah pelarangan ini memperjelas hal itu dalam hukum Inggris,” kata Braverman.

Menetapkan Wagner sebagai organisasi teroris berarti Inggris akan menjatuhkan hukuman kepada anggota maupun pihak yang memberikan dukungan. Selain itu, Inggris juga akan melarang logo maupun hal apapun yang terkait dengan Wagner.

Baca Juga: AS Peringatkan Korut untuk Tidak Pasok Senjata ke Rusia

Langkah Inggris ini dilakukan setelah anggota parlemen di Komite Urusan Luar Negeri mendesak sanksi yang lebih tepat sasaran terhadap “jaringan entitas” di bawah kontrol Wagner pada Juli lalu. Pemerintah Inggris pun telah memberikan sanksi kepada Prigozhin pada tahun 2020 dan ke kelompok Wagner secara keseluruhan pada Maret 2022.

Kelompok tentara bayaran Wagner dikerahkan di Ukraina untuk membantu invasi Rusia. Namun, sejak Prigozhin tewas akibat kecelakaan pesawat pada Agustus lalu, pasukan Wagner dikabarkan terpecah dan belum diketahui secara pasti apakah merek masih bertempur bersama Rusia. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER