Operasi Trisila, 200 Prajurit hingga 6 KRI Dikerahkan untuk Pendaratan Amfibi

Jakarta, IDM – Sebanyak 200 prajurit Koarmada III akan terlibat latihan pendaratan amfibi dalam rangka Operasi Trisila 2024 di wilayah perairan Papua dan Maluku.
"Latihan ini melibatkan 200 prajurit, terdiri dari personel gabungan Koarmada III, Pasmar 3, dan kapal perang (KRI) jajaran Koarmada III," kata Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada III Laksamana Pertama Wawan Trisatya Atmaja saat dikonfirmasi, Jumat (26/4).
Baca Juga: Sebanyak 220 Prajurit Garuda Dikirim ke Kongo, Akan Ditempatkan di 8 Area Konflik
Selain melibatkan 200 prajurit gabungan dari jajaran Koarmada III, Wawan juga mengungkapkan latihan pendaratan amfibi nantinya mengerahkan enam KRI yang salah satunya ialah KRI Teluk Wondama-527 sebagai kapal markas.
"Alat utama sistem persenjataan (alutsista) gelar pasukan terdiri dari enam KRI, tiga tank amfibi, tiga perahu karet, dan satu ambulans," ungkap Wawan yang juga selaku Komandan Satgas (Dansatgas) Operasi Trisila 2024.
Baca Juga: Jaga Keamanan Perairan Papua-Maluku, Koarmada III Gelar Operasi Trisila 2024
Adapun pelaksanaan Operasi Trisila 2024 oleh Koarmada III ini akan berlangsung selama 37 hari, yakni dari 27 April-2 Juni. Selama operasi, para prajurit satuan tugas (satgas) akan melakukan penegakan dan pengamanan terhadap para pengguna laut.
Operasi Trisila 2024 akan dimulai dari Sorong menuju ke Manokwari, dan di Manokwari akan dilaksanakan latihan pendaratan di Pantai Ransiki dan selanjutnya menuju ke Morotai, Ternate, Bacan, Timika dan berakhir kembali di Sorong. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































