Jaga Keamanan Perairan Papua-Maluku, Koarmada III Gelar Operasi Trisila 2024

Jakarta, IDM – Koarmada III akan menggelar Operasi Trisila 2024 yang akan berlangsung selama 37 hari, yakni 27 April-2 Juni di perairan wilayah Papua dan Maluku. Selama operasi, para prajurit akan melakukan penegakan dan pengamanan terhadap para pengguna laut.
Sebelum pelaksanaan operasi, Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan memimpin apel gelar pasukan di Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (25/4), untuk memeriksa dan memastikan kesiapan personel hingga unsur alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan.
Baca Juga: TNI Gelar Operasi Bhakti Pascaerupsi Gunung Ruang
Hersan menekankan kesiapan personel dan material yang terlibat dalam Operasi Trisila 2024, seperti KRI Teluk Wondama-527 dan KRI dari Satuan Kapal Cepat Koarmada III, pesawat CN-235 dan helikopter, Pasmar 3, tank marinir hingga Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmda III.

"Pahami tanggung jawab masing-masing unsur tugas maupun kesiapan teknis alutsista sehingga pelaksanaan tahap manuver lapangan dapat terlaksana dengan efektif untuj mencapai sasaran yang diinginkan," ujar Hersan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Jumat (26/4).
Adapun operasi ini akan di mulai dari Sorong menuju ke Manokwari, dan di Manokwari akan dilaksanakan latihan pendaratan di Pantai Ransiki dan selanjutnya menuju ke Morotai, Ternate, Bacan, Timika dan berakhir kembali di Sorong.
Baca Juga: Sebanyak 220 Prajurit Garuda Dikirim ke Kongo, Akan Ditempatkan di 8 Area Konflik
Selain itu, pada saat sandar di pangkalan, Satgas Trisila 2024 juga akan melaksanakan kegiatan seperti Bakti Sosial, Karya Bakti, Open Ship serta pameran alitsista untuk meningkatkan rasa cinta terhadap TNI, khususnya angkatan laut.
"Tugas pokok Operasi Trisila adalah menjamin keamanan, melindungi kepentingan serta mencegah dan menangani segala bentuk pelanggaran hukum, membina kemampuan tempur unsur-unsur (Sistem Senjata Armada Terpadu) SSAT dalam gugus tugas dan membina potensi maritim di daerah operasi," pungkas Hersan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































