
Operasi Trisila 2025, KRI Bontang-907 Singgah di Dumai
KRI Bontang-907 yang menjadi unsur kapal perang Operasi Trisila 2025, singgah di Dumai, Riau, Selasa (4/3).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

KRI Bontang-907 yang menjadi unsur kapal perang Operasi Trisila 2025, singgah di Dumai, Riau, Selasa (4/3).

TNI AL mengirimkan dua kapal perang, yakni KRI Bontang-907 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 untuk terlibat dalam Operasi Trisila 2025 tahap I, dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama Mohamad Taufik.

Batalyon Kendaraan Pendarat (Yonranratfib) 2 Marinir mengerahkan kendaraan tempur (ranpur) amfibi di tumpuan pantai musuh wilayah Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (9/7).

Koarmada II melalui Satuan Amfibi (Satfib) mengerahkan KRI Teluk Ende-517 untuk terlibat dalam Operasi Trisila 2024 periode III tahun 2024, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/7).

Sebanyak 200 prajurit Koarmada III akan terlibat latihan pendaratan amfibi dalam rangka Operasi Trisila 2024 di wilayah perairan Papua dan Maluku.

Koarmada III akan menggelar Operasi Trisila 2024 yang akan berlangsung selama 37 hari, yakni 27 April-2 Juni di perairan wilayah Papua dan Maluku. Selama operasi, para prajurit akan melakukan penegakan dan pengamanan terhadap para pengguna laut.

Komandan Pasmar 1 Brigjen (Mar) Umar Farouq memimpin upacara penerimaan ratusan prajurit Marinir yang kembali ke satuan, usai sukses menuntaskan Operasi Trisila 2024, Jakarta, Kamis (4/4).

Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani, melepas keberangkatan lima KRI untuk melanjutkan operasi Trisila, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (16/4).

Batalyon Infanteri (Yonif) 2 Marinir memberangkatkan prajuritnya untuk melaksanakan Satgas Operasi Trisila dan latihan operasi laut TNI AL 2023.