Operasi Trisila 2025, Dua Kapal Perang TNI AL Dikirim ke Natuna

Jakarta, IDM – TNI AL mengirimkan dua kapal perang, yakni KRI Bontang-907 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 untuk terlibat dalam Operasi Trisila 2025 tahap I, dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama Mohamad Taufik.
Kedua kapal perang jajaran Koarmada I yang tergabung dalam bawah kendali operasi (BKO) Koarmada RI itu bertolak dari dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta, menuju Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (19/2).
"Satgas Operasi Trisila 2025 merupakan bagian dari upaya Koarmada I dalam menjalankan tugas pengawasan dan patroli maritim, mengerahkan dua kapal unggulan untuk mendukung misi tersebut," jelas Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/2).
Baca Juga: Cara TNI AD Cegah Penyalahgunaan Kendaraan
Selama operasi, KRI Bontang dan KRI Teluk Celukawan Bawang akan berpatroli sektor, hailing hingga kejar, tangkap, dan penyelidakan kontak serta latihan internal untuk meningkatkan kesiapan tempur dan pengamanan perairan.
Sebelum keberangkaran, kedua kapal tersebut mengikuti inspeksi oleh Kepala Staf Koarmada RI Laksamana Muda Eko Wahjono dan Inspektur Kolinlamil Laksamana Pertama Kunto Tjahjono.
Kegiatan inspeksi bertujuan memeriksa secara menyeluruh kesiapan kapal serta personel yang akan berperan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Baca Juga: TNI AD Gagalkan Penyelundupan 57 Pekerja Ilegal ke Malaysia, Ada 15 Anak-anak
"Sebagai bagian dari prosedur standar operasi, inspeksi dilakukan untuk memastikan kedua kapal tersebut dalam kondisi prima, baik dari segi teknis maupun operasional," ujar Eko, dikutip dari keterangan Dispen Kolinlamil.
Adapun hasil dari inspeksi akan digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan performa operasional kedua kapal dalam Satgas Operasi Trisila 2025.
"Serta sebagai langkah untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan demi mendukung kelancaran misi pengawasan maritim Indonesia," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































