Kunjungi Beberapa Industri Pertahanan, Kemenko Polkam Sebut Litbangyasa Belum Optimal

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa menggelar rapat koordinasi setelah mengunjungi beberapa industri pertahanan dalam negeri.
Rapat bertema “optimalisasi industri pertahanan dalam rangka mewujudkan kemandirian pemenuhan alpalhankam” yang digelar di Jakarta, Jumat (21/11).
Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo menyampaikan bahwa terwujudnya industri pertahanan nasional yang tangguh merupakan bagian penting dari sasaran pembangunan nasional.
Baca Juga: Kemenko Polkam Dorong Penguatan Komcad dan Komduk di Sumut
“Terciptanya industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing merupakan sasaran strategis dalam program prioritas pembangunan dan pengembangan industri pertahanan. Hal ini telah diamanatkan dalam RPJMN 2025–2029,” ujar Brigjen Kresno saat memimpin rakor.
Selain itu, rapat juga menyampaikan hasil dari kunjungan lapangan ke sejumlah industri pertahanan beberapa waktu lalu.
Adapun Kemenko Polkam mengunjungi PT Pindad (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia pada pertengahan November ini.
Baca Juga: Perkuat Struktur, Menko Djamari Lantik Staf Ahli dan Lima Staf Khusus Baru
Tim Kemenko Polkam mengidentifikasi beberapa permasalahan internal, seperti pengelolaan manajemen yang belum optimal serta kendala dalam kegiatan penelitian, pengembangan, dan rekayasa (Litbangyasa), yang berdampak pada kinerja industri pertahanan nasional.
“Dalam upaya memajukan industri pertahanan yang tangguh, perlu roadmap riset pertahanan jangka panjang, mengingat penguasaan teknologi pertahanan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat,” tulis siaran pers Kemenko Polkam, dikutip Minggu (23/11).
Selain itu, permodalan menjadi aspek strategis yang membutuhkan dukungan yang konsistensi, baik dari pemerintah maupun industri pertahanan itu sendiri. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































