Kuburan Massal Ditemukan di Gaza, Palestina Tuntut Penyelidikan Internasional

Jakarta, IDM - Kementerian Luar Negeri Palestina menuntut penyelidikan internasional setelah sebuah kuburan massal ditemukan di Gaza. Setidaknya 30 jasad berada dalam kantong plastik di dekat sekolah Hamad di Gaza bagian utara, dan sebagian dari mereka diborgol.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (2/2), Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut Israel telah melakukan pembantaian dan menuntut agar penyelidik internasional mengunjungi Gaza untuk mengetahui kebenaran dan genosida yang dialami rakyat.
Baca Juga: AS Luncurkan Serangan Udara ke Pusat Kendali Pesawat Nirawak Militan Houthi
“Saat kami sedang bersih-bersih, kami menemukan tumpukan puing di dalam halaman sekolah. Kami terkejut saat mengetahui lusinan mayat terkubur di bawah tumpukan ini,” kata seorang saksi mata kepada Al Jazeera.
“Saat kami membuka kantong plastik hitam, kami menemukan mayatnya sudah membusuk. Mereka ditutup matanya, kaki dan tangan diikat,” tambahnya.
Baca Juga: Menhan Rusia Desak Industri Pertahanan untuk Percepat Produksi Senjata
Sementara, pengacara hak asasi manusia Palestina Diana Buttu mengatakan bahwa pembantaian itu merupakan alasan mengapa Israel dilaporkan ke Mahkamah Internasional. "Penemuan kuburan massal itu jelas merupakan kejahatan perang," kata Buttu.
Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sekitar 26.900 warga tewas sejak konflik bersenjata dimulai pada 7 Oktober tahun lalu. Sedangkan, Israel mengklaim serangan Hamas menewaskan sedikitnya 1.139 orang. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































