Kremlin Janjikan Pasokan Senjata Lebih Banyak, Wagner Batal Mundur dari Bakhmut

Jakarta, IDM – Kepala kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin mengungkapkan bahwa ia telah membatalkan rencana penarikan pasukannya dari Bakhmut di wilayah Ukraina Timur. Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintahan Putin menjanjikan Wagner untuk mendapat pasokan senjata lebih banyak untuk merebut kota tersebut.
Dilansir dari CNBC, Senin (8/5) Prigozhin secara terbuka mencibir Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan petinggi militer lainnya terkait konflik internal yang menyebabkan mereka menahan pasokan persenjataan yang dibutuhkan. Ia pun mengeluh kekurangan amunisi dan mengancam untuk keluar dari Ukraina.
Baca Juga: Indonesia Pamerkan 4 Alutsista Terbaik di IMDEX 2023
Namun dalam pesan audio yang diunggah di saluran Telegramnya pada Minggu (7/5) Prigozhin mengatakan, akhirnya Kremlin telah memerintahkan Wagner untuk meneruskan tempur di Ukraina.
“Semalam kami menerima perintah tempur. Kami telah dijanjikan amunisi dan senjata sebanyak yang kami butuhkan untuk melanjutkan operasi lebih lanjut. Kami telah dijanjikan bahwa segala sesuatu yang diperlukan untuk mencegah musuh menghentikan kami akan dikerahkan di sayap utama,” ujar Prigozhin.
Baca Juga: Turki Rilis ‘Kaan’ Pesawat Tempur Generasi ke-5
Pertempuran di Bakhmut, yang dianggap Rusia sebagai batu loncatan untuk mencapai kota-kota lain di wilayah Donbas Ukraina yang masih berada di luar kendalinya, menjadi konflik bersenjata yang paling intens sebab disebut telah menelan ribuan korban dari kedua belah pihak sedari awal.
Wagner pun menyebut telah memukul mundur pasukan Ukraina selama beberapa pekan terakhir. Sementara, Kyiv mengklaim sedang mempersiapkan serangan balik di sepanjang garis perbatasan sekitar 1.000 km. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































