Korut Sebut Program Senjata Nuklir untuk Jamin Kedaulatan

Jakarta, IDM - Perwakilan tetap Korea Utara (Korut) di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menegaskan bahwa program pengembangan senjata taktis nuklir bertujuan sebagai alat pencegah dan pelaksanaan yang sah untuk menjamin keamanan kedaulatan negara tersebut.
Dilansir dari KCNA, laman media resmi pemerintah Korut, Sabtu (5/8), pernyataan itu diungkapkan usai Amerika Serikat (AS) mengkritik program senjata nuklir Korut sebagai ancaman terhadap keamanan global. Korut juga menyebut mereka tidak melanggar Traktat Non Proliferasi karena mereka telah mengeluarkan diri dari perjanjian itu sejak tahun 2003.
Baca Juga: Cina Peringati Jepang untuk Tidak Dukung Ekspansi NATO ke Wilayah Timur
"Para penandatangan Traktat Non Proliferasi tidak boleh mempermasalahkan Korut atas pelaksanaan kedaulatannya yang sah, karena Korut telah secara hukum menarik diri dari traktat itu sejak 20 tahun yang lalu," ujar perwakilan tetap Korut di PBB.
Korut pun membela diri dengan menyebut bahwa AS bersama sekutu yang justru telah menjadi penyebab ancaman itu melalui aliansi AUKUS. Korut pun mendesak AS untuk berhenti "berbagi nuklir" dan "meningkatkan ketengangan."
"Adapun ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional serta mekanisme non-proliferasi nuklir, ternyata datang dari AS saat ini. Selain secara sepihak memprioritaskan kepentingan keamanan negaranya dan sekutunya, AS juga mendorong proliferasi nuklir ke Australia atas nama aliansi AUKUS," ujarnya.
Baca Juga: Peremajaan Alutsista, Kanada Beli 9 Pesawat Tanker Airbus A330 MRTT
Lebih lanjut, Korut juga menyoroti operasi militer bilateral AS-Korea Selatan (Korsel) yang melibatkan kapal selam bertenaga nuklir dan senjata taktis lainnya. Operasi itu disebut telah "membawa ketegangan militer di kawasan dan ke ambang pecahnya perang nuklir."
"Program penangkal nuklir merupakan pelaksanaanuntuk mencegah pecahnya perang nuklir, mempertahankan kedaulatan nasional dan mengelola situasi di Semenanjung Korea, di bawah lingkungan keamanan yang tidak stabil yang disebabkan oleh ancaman nuklir dari AS dan pasukan sekutunya," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































