Korut Sebut AS dan Sekutu Perburuk Ketegangan di Semenanjung Korea

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) mengkritik kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) AS ke Korea Selatan (Korsel) pada beberapa waktu lalu. Pertemuan itu dinilai ofensif dan bertujuan untuk membentuk langkah konfrontatif lainnya dalam menanggapi program nuklir Korut.
Dilansir dari KCNA, laman media resmi Korut, Jumat (17/11), Jubir Kemhan Korut menyalahkan AS karena meningkatkan ketegangan di kawasan, mengacu pada kunjungan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ke Seoul.
“Angkatan bersenjata Korut akan dengan kuat mengendalikan dan mengelola semua ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya dengan kemampuan penanggulangan yang lebih ofensif dan luar biasa serta melalui tindakan militer pencegah strategis yang nyata,” ujarnya.
Baca Juga: Dikecam Cina, Filipina Tegaskan akan Terus Beroperasi di Laut Cina Selatan
Selama kunjungan Austin, Korsel dan AS merevisi perjanjian keamanan bilateral yang bertujuan untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korut yang semakin meningkat. Korsel menyebut revisi ini diperlukan karena strategi yang ada tidak cukup mengatasi kemajuan pesat dalam program rudal dan nuklir pemerintahan Kim Jong Un.
Sementara, Korut menyebut AS dan sekutunya bertanggung jawab atas memburuknya ketegangan di Semenanjung Korea, mengingat latihan militer skala besar yang mereka lakukan dan meningkatnya kehadiran aset-aset strategis AS di wilayah tersebut.
Baca Juga: Kapal Perang Angkatan Laut AS Tembak Jatuh Drone di Laut Merah, Diduga Berasal Dari Yaman
"Postur militer mereka terhadap Korut sama sekali tidak bersifat defensif tetapi bertujuan untuk menyerang Korut. Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa AS dan para pengikutnya adalah pihak yang secara sepihak memperburuk ketegangan militer di kawasan Semenanjung Korea," katanya.
Sebelumnya, Pentagon mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui potensi penjualan rudal Sidewinder dan Standard Missile 6 Block I ke Korsel, sebagai sebuah langkah yang dinilai akan meningkatkan keamanan sekutu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































