INTERNASIONAL

Korut Peringatkan Tanggapan Tegas Jika Korsel Terus Siarkan Propaganda

Kim Yo Jong
Kim Yo Jong, adik perempuan Presiden Korut Kim Jong Un. (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) memperingatkan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika Korea Selatan (Korsel) terus menyiarkan propaganda melalui pengeras suara di wilayah perbatasan maupun menyebarkan balon pembawa sampah.

Dilansir dari KCNA, Senin (10/6), pernyataan itu diungkapkan oleh Kim Yo Jong, pejabat penting sekaligus adik perempuan Presiden Korut Kim Jong Un. Ia menegaskan, tindakan Korsel tersebut dapat memperburuk situasi antara kedua negara.

“Jika Korsel secara bersamaan menyebar selebaran dan menyiarkan provokasi melalui pengeras suara melintasi perbatasan, maka mereka pasti akan menyaksikan tindakan balasan baru dari Korut,” katanya.

Baca Juga: Korut Kembali Luncurkan Balon Pembawa Sampah ke Korsel, Ini Alasannya

Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staff/ JCS) Korsel mengatakan bahwa mereka telah melakukan siaran anti-Pyongyang melalui pengeras suara di perbatasan pada Minggu sore. Hal itu dilakukan sebagai tuntutan agar mereka berhenti mengirim balon yang membawa sampah ke Korsel.

Sementara, Kim Yo Jong mengklaim bahwa Korut telah mengirimkan sekitar 1.400 balon yang membawa total 7,5 ton kertas bekas melintasi perbatasan selama akhir pekan. Menurutnya, itu hanyalah sampah biasa tanpa adanya propaganda politik, tidak seperti selebaran anti-Pyongyang yang dikirim oleh para aktivis Korsel.

"Seperti yang Anda lihat, kami hanya menyebarkan kertas bekas tanpa adanya agitasi politik. Hal ini sangat berbeda dengan sampah agitasi politik provokatif yang disebarkan oleh Korsel terhadap Korut," imbuhnya.

Baca Juga: Ukraina Klaim Hancurkan Pesawat Su-57 Rusia untuk Pertama Kalinya

Ia pun menyebut pihaknya berencana untuk berhenti mengirim balon, namun "situasinya telah berubah" karena provokasi siaran pengeras suara Korsel tersebut.

"Reaksi kami dijadwalkan berakhir pada 9 Juni, namun situasinya telah berubah. Alasannya dikarenakan oleh tindakan Korsel (yaitu)… provokasi yang disiarkan melalui pengeras suara.Ini adalah awal dari situasi yang sangat berbahaya," imbuhnya.

"Saya dengan tegas memperingatkan Seoul untuk segera menghentikan tindakan berbahaya yang memperburuk krisis konfrontasi dan mendisiplinkan dirinya sendiri," tegasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.