INTERNASIONAL

Korut Akui Kirim Pasukan ke Kursk

Vladimir Putin dan Kim Jong Un.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korut Kim Jong Un saat menandatangani perjanjian bilateral di Pyongyang pada Juni tahun lalu. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) mengakui bahwa mereka telah mengerahkan pasukan bersenjata untuk bertempur bersama Rusia melawan Ukraina. Hal itu disebut dilakukan atas perintah dari Presiden Kim Jong Un guna membantu merebut kembali kendali atas wilayah Rusia yang diduduki oleh Ukraina.

"Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea sangat menghargai sub-unit tempur Angkatan Bersenjata DPRK karena telah melakukan tindakan heroik dalam operasi untuk memukul mundur dan memusnahkan pelanggaran kedaulatan berat oleh otoritas Ukraina, yang menginvasi wilayah Federasi Rusia, dan sepenuhnya membebaskan wilayah pendudukan Kursk," katanya melansir KCNA, laman pemerintah Korut, Senin (28/4).

Baca Juga: Korut Luncurkan Kapal Perusak Baru Seberat 5.000 Ton

DPRK adalah singkatan dari Democratic People's Republic of Korea, nama resmi Korut. Lebih lanjut, dikatakan bahwa Kim mengerahkan pasukan itu berdasarkan perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang ditandatanganinya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun lalu.

Kim menyebut pengerahan pasukan Korut sebagai sebuah "misi suci untuk lebih mempererat" persahabatan dan solidaritas dengan Rusia. "Mereka yang berjuang demi keadilan adalah pahlawan dan wakil kehormatan tanah air," ujar Kim.

Baca Juga: Tiga Negara Eropa Desak Israel Buka Akses Bantuan ke Gaza

Nantinya, Kim akan mendirikan monumen di Pyongyang untuk mengenang para prajurit yang gugur dalam pertempuran tersebut. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa Korut telah mengirim pasukan dan sebagian dari mereka gugur walaupun tidak diungkapkan jumlahnya. Badan Intelijen Ukraina meyakini lebih dari 11.000 tentara telah dikirim Korut ke Kursk. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.