Korsel: Puing-puing Satelit Pengintai Korut Minim ‘Utilitas Militer’

Jakarta, IDM - Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa pasukan militernya telah berhasil meneliti puing-puing satelit pengintai Korea Utara (Korut) yang diambil dari dasar laut sedalam 75 meter di wilayah barat Semenanjung Korea. Korsel menyebut, satelit itu tidak memiliki perangkat yang mendukung untuk menjalankan misi pengintaian maupun intelijen dengan baik.
Dilansir dari Yonhap, Rabu (5/7), Joint Chief of Staff (JCS) Korsel mengungkapkan, pihaknya telah berhasil mengangkat bagian-bagian penting dari roket dan satelit pengintai Korut melalui operasi pencarian selama satu bulan. Menurut JCS, proses analisis satelit itu juga dibantu oleh pakar dari Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Israel Luncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza
“Sebagai hasil dari analisis mendalam oleh para ahli Korsel dan AS, kami menyimpulkan bahwa satelit itu tidak memiliki utilitas militer sebagai satelit pengintaian,” kata JCS.
JCS tidak menjelaskan secara rinci hasil penelitiannya tersebut. Namun, beberapa analis mengatakan komponen yang telah diteliti itu merupakan bagian dari kamera atau peralatan optik yang dipasang di satelit.
“Berdasarkan penelitian, kemampuan pengintaian satelit itu sangatlah buruk terlebih dalam hal resolusi dan pelacakan target,” kata Lee Choon-geun, seorang analis di Institut Kebijakan Sains dan Teknologi Korsel.
Baca Juga: Di Hadapan Para Pemimpin Asia, Putin Pastikan Stabilitas dan Persatuan Rusia
"Resolusi perangkat optik yang dipasang di satelit tidak cocok untuk penggunaan militer,” ujar Yang Uk, senior di Asan Institut Studi Kebijakan Korsel.
Sebelumnya, Korut gagal meluncurkan rudal yang membawa satelit Malligyong-1. Pemerintah Korut mengakui bahwa roket itu jatuh ke laut karena start mesin tahap kedua yang tidak normal. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































