INTERNASIONAL

Korsel Perkiraan Korut Miliki 80 hingga 120 Senjata Nuklir

Menhan Korsel Ahn Gyu-back.
Menhan Korsel Ahn Gyu-back. (Foto: Dok. Dvidshub)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Ahn Gyu-back memperkirakan bahwa Korea Utara (Korut) memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir.

Melansir Yonhap, Kamis (20/8), ia menyampaikan hal itu saat sidang parlemen setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan Korut memiliki sekitar 57 senjata nuklir.

Baca Juga: AS-UEA Minta Pertanggungjawaban Iran atas Serangan di Kawasan

Trump menyebut angka itu kepada media di Gedung Putih kemarin, seraya mengungkapkan rencananya untuk bertemu dengan Presiden Korut Kim Jong Un pada akhir tahun ini. Ini merupakan kali pertama ia melontarkan angka spesifik terkait senjata nuklir Korut.

"Kami memperkirakan [Korut memiliki] sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir, namun saya memiliki keterbatasan dalam memberikan angka yang pasti," ujar Ahn, seraya menyoroti adanya perbedaan catatan yang dimiliki negaranya dengan AS.

Ia menuturkan, angka itu berasal dari perkiraan sebuah lembaga penelitian swasta sekaligus menegaskan bahwa Korsel tidak akan pernah mengakui Korut sebagai negara bersenjata nuklir. "Kami tidak akan pernah bisa mengakuinya secara resmi," ujarnya.

Baca Juga: Iran Peringatkan Negara Teluk Tak Bantu AS

Terkait aktivitas Korut memasang pagar dan ranjau di perbatasan baru-baru ini, Korsel memandangnya sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang membatasi aktivitas militer di Zona Demiliterisasi.

Korut juga telah mengerahkan sistem persenjataan baru ke wilayah perbatasan tersebut, termasuk Multiple Launch Rocket System (MLRS) dan rudal taktis. Sebagai tanggapan, Korsel mengerahkan MLRS Chunmoo dan sistem anti-drone untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi peningkatan kekuatan militer Korut tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.