Korsel-AS Gelar Latihan Drone dan Sensor Laser Militer

Jakarta, IDM - Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan tempur gabungan yang melibatkan drone, kendaraan nirawak, dan sensor laser. Tujuannya memodernisasi militer sekaligus menghadapi tantangan perang yang semakin canggih.
Dilansir dari Reuters, Senin (30/10), latihan gabungan itu melibatkan sekitar 120 tentara dari kedua belah pihak untuk operasi tempur di kota tiruan yang tampak mirip dengan Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang, yang dibangun di Pusat Pelatihan Tempur Korsel.
Baca Juga: AS Serang Markas Militan Iran di Suriah
Latihan itu juga memobilisasi berbagai sistem senjata berteknologi canggih yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur di masa depan. Salah satunya sistem MILES yang memanfaatkan laser untuk mensimulasikan pertempuran asli.
Beberapa unit drone AS turut dilibatkan untuk mengintai dan menembak, sementara Korsel mengirim kendaraan nirawak serbaguna untuk membawa personel yang terluka.
Baca Juga: Zelensky: Rusia Kehilangan Sekitar Satu Brigade Saat Mencoba Rebut Avdiivka
Choi Jeong-Il, kapten Divisi Infanteri ke-25 tentara Korsel, mengatakan bahwa aset nirawak dan perlengkapan MILES membantu mengidentifikasi musuh serta mengukur jumlah korban pasukan sekutu.
“Kami dapat mengkonfirmasi pergerakan musuh menggunakan drone, dan menyerang mereka dengan senjata mutakhir, yang memungkinkan kami memaksimalkan hasil operasi sekaligus meminimalkan kerusakan pada pasukan kami,” katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































