Kemampuan teritorial, tempur, dan intelijen, menjadi tiga hal utama yang perlu dimiliki komando operasi di Papua. Setidaknya itu yang menjadi keinginan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam arahannya saat upacara penghargaan kenaikan pangkat luar biasa terhadap 115 personel TNI dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi Habema di markas Koops Habema, kompleks Batalion Infanteri 754/Eme Neme Kangasi, Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, 2 Januari 2026.
Prajurit Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menguji ketepatan mendaratkan helikopter di atas geladak KRI Usman Harun-359, pada Selasa (1/9).
TNI AL mulai melatih prajurit Korps Marinir untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) atau drone pengintai. Pelatihan ini menyasar penguasaan teknologi udara untuk mendukung operasi tempur.
Korps Marinir menggelar uji fungsi teropong thermal baru yang bakal digunakan para prajurit saat operasi. Kegiatan ini dipimpin oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi di Cilandak, Jakarta, Kamis (21/8).
Sebanyak 17 prajurit Detasemen Matra (Denmatra) 1 Wing Komando I Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), di bawah pimpinan Dantim Dalpur Kapten Pas Hendri Kharisma, mengikuti latihan penerjunan untuk meningkatkan keterampilan serta kesiapan mereka dalam melaksanakan operasi tempur.
Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan tempur gabungan yang melibatkan drone, kendaraan nirawak, dan sensor laser. Tujuannya memodernisasi militer sekaligus menghadapi tantangan perang yang semakin canggih.