Marinir Uji Teropong Thermal Baru untuk Operasi Tempur dan Intai Malam

Jakarta, IDM – Korps Marinir menggelar uji fungsi teropong thermal baru yang bakal digunakan para prajurit saat operasi. Kegiatan ini dipimpin oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi di Cilandak, Jakarta, Kamis (21/8).
Endi menjelaskan, uji fungsi teropong thermal ini bertujuan meningkatkan kemampuan tempur Batalyon Tim Pendarat (BTP) dalam menghadapi tantangan operasi di malam hari atau di wilayah minim cahaya.
"Peralatan modern ini sangat membantu prajurit melaksanakan pertempuran, pengintaian, dan operasi lainnya di kegelapan malam, memberikan keuntungan taktis yang signifikan," jelas Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (22/8).
Baca Juga: Pangkormar Tinjau Inhan Lokal, Dorong Inovasi Alutsista untuk Marinir
Uji fungsi tersebut meliputi dua jenis teropong thermal, yakni multifunction binocular dan thermal monocular sight.
Sejumlah prajurit Marinir yang telah ditunjuk dan dilatih khusus untuk mengoperasikan peralatan tersebut melakukan serangkaian simulasi diberbagai kondisi untuk memastikan bahwa setiap perangkat berfungsi optimal dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Setelah uji fungsi, bakal dilakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kelayakan dan efektivitas penggunaan peralatan teropong thermal dalam mendukung operasi Korps Marinir ke depan.
"Melalui penggunaan alat tersebut, Korps Marinir berharap dapat meningkatkan kemampuan tempur, menghadapi tantangan operasi dengan lebih baik, serta memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan kedaulatan negara," pungkas Endi.
Baca Juga: Ratusan Warga Bekasi Tonton Atraksi Bongkar Pasang Meriam 77 MM
Sekilas tentang Batalyon Tim Pendarat Marinir
Mengutip dari laman resmi Korps Marinir, Batalyon Tim Pendarat merupakan salah satu satuan tempur Marinir yang memiliki peran penting dalam operasi amfibi.
Satuan ini bertugas mendaratkan pasukan dari laut ke daratan dengan cepat, sekaligus membuka jalan bagi operasi lanjutan.
Kemampuan tempur malam hari, termasuk pengintaian dalam kondisi gelap, menjadi faktor strategis bagi Batalyon Tim Pendatat dalam menjaga efektivitas manuver tempur dan keberhasilan misi pendaratan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































