Bukan Cuma Amfibi, Prajurit Marinir Kini Kuasai Drone Intai

Jakarta, IDM – TNI AL mulai melatih prajurit Korps Marinir untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) atau drone pengintai. Pelatihan ini menyasar penguasaan teknologi udara untuk mendukung operasi tempur.
Program ini resmi dibuka oleh Wakil Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut Laksma TNI Dadang Somantri di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (6/7).
Dadang menyatakan penguasaan teknologi seperti drone menjadi penentu keberhasilan operasi militer saat ini. Medan pertempuran tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan personel dan senjata konvensional.
Menurut Dadang, drone memiliki fungsi vital sebagai indra tambahan pasukan saat menjalankan misi di lapangan.
Baca Juga: Dua Prajurit Pasukan Katak Raih Juara dalam Ajang Kauje Run 2026
"Drone ini bertindak sebagai mata dan telinga satuan untuk mengintai sasaran, memantau wilayah, serta mengambil data intelijen secara langsung di waktu yang sama," kata Dadang, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.
Kemampuan mengendalikan pesawat tanpa awak ini menjadi keahlian yang harus dimiliki prajurit Marinir. Penguasaan teknologi udara tersebut disiapkan untuk menghadapi tantangan operasi yang semakin rumit.
Gandeng Asosiasi Pilot Drone Sipil
Pelatihan yang berjalan selama lima hari ini tidak hanya mengajarkan cara menerbangkan drone. Para peserta juga menerima materi teknis mengenai pemeliharaan dan perawatan seluruh sistem UAV agar selalu berada dalam kondisi siap operasional.
Dadang menjelaskan, kurikulum pelatihan dibuat agar personel Marinir bisa langsung menerapkan fungsi drone untuk dua medan sekaligus.
Baca Juga: Rencana Kemhan: Pabrik Munisi Pindad akan Dibangun di Pulau-pulau Besar
"Pelatihan ini bertujuan membentuk prajurit Korps Marinir yang profesional dalam mengoperasikan teknologi penerbangan. Selain dibekali kemampuan mengoperasikan drone untuk mendukung operasi darat maupun amfibi, peserta juga mendapatkan materi teknis mengenai pemeliharaan sistem," ujar Dadang.
Latihan ini menggunakan deretan perangkat drone milik TNI AL. Mabesal juga mendatangkan langsung instruktur dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) untuk memberikan materi penerbangan tanpa awak.
Lewat kolaborasi ini, prajurit Korps Marinir diharapkan dapat menguasai teknologi modern untuk memperkuat kemampuan tempur TNI AL dalam menghadapi dinamika ancaman ke depan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































