Prajurit Pasmar 2 mempelajari penguasaan teknologi militer guna menghadapi perubahan pola operasi tempur modern. Korps Baret Ungu ini menerjunkan para prajuritnya untuk menguasai pengoperasian pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya, Senin (14/9).
Perkembangan pesat teknologi pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) tidak hanya membuka peluang baru bagi modernisasi pertahanan Indonesia, tetapi juga menghadirkan ancaman yang semakin kompleks.
Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Batekhan Kemhan) RI bergabung dalam proyek unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone dengan Kedutaan Besar Federasi Rusia.
TNI AL mulai melatih prajurit Korps Marinir untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) atau drone pengintai. Pelatihan ini menyasar penguasaan teknologi udara untuk mendukung operasi tempur.
Penguatan sistem pertahanan udara di kawasan Indonesia Timur menjadi perhatian serius menyusul masih adanya celah pengawasan atau blind spot yang berpotensi dimanfaatkan pihak asing.
TNI AL mengakui operasional pesawat tanpa awak atau drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) di atas kapal perang memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi daripada di daratan. Keterbatasan ruang ancang-ancang dan guncangan dek akibat turbulensi udara laut menjadi tantangan utama bagi para operator.
TNI AL tengah melakukan lompatan besar dalam doktrin pertahanan maritim melalui pematangan konsep Air Wing Mobile. Strategi ini memungkinkan unit sayap udara tidak lagi bergantung pada pangkalan darat, melainkan dapat diproyeksikan sepenuhnya dari geladak kapal perang (sea-based) untuk mendukung berbagai misi operasi.
Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Kadislitbangal) Kolonel Laut (T) Teguh Kadyat Yudharto menjadi salah satu pembicara dalam forum teknologi pertahanan di Jakarta, Rabu (19/11). Dalam forum itu, ia memaparkan perkembangan teknologi Loitering Munitions atau yang lebih populer disebut “drone kamikaze”.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) bakal mengembangkan sekaligus memperkokoh kekuatan pertahanan udara di wilayah Kalimantan Utara dengan membentuk Skadron UAV (Unmanned Aerial Vehicle).
TNI AL menarik perhatian publik saat memperkenalkan tiga pesawat udara nirawak (UAV) dalam defile alutsista pada perayaan HUT ke-80 TNI yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10).