Kadislitbangal Beberkan Peran ‘Drone Kamikaze’ dalam Medan Tempur Modern

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Kadislitbangal) Kolonel Laut (T) Teguh Kadyat Yudharto menjadi salah satu pembicara dalam forum teknologi pertahanan di Jakarta, Rabu (19/11). Dalam forum itu, ia memaparkan perkembangan teknologi Loitering Munitions atau yang lebih populer disebut “drone kamikaze”.
Teguh menjelaskan loitering munitions merupakan senjata berpemandu yang menggabungkan kemampuan wahana nirawak (UAV) pengintai dan rudal presisi. Senjata ini dijuluki drone kamikaze karena hancur bersama target saat melakukan serangan.
Baca Juga: Reformasi Birokrasi Pertahanan Negara Mulai Dibahas untuk Perkuat Daya Tangkal Ancaman Nonmiliter
“Munisi ini berfungsi dengan cara terbang berputar untuk mengidentifikasi target. Setelah target terkunci, ia menyerang secara presisi. Keunggulannya adalah presisi tinggi untuk target bergerak maupun statis, biaya lebih efisien, dan minim risiko personel karena dioperasikan dari jarak jauh,” jelas Teguh, dikutip dari keterangan Dispen Dislitbangal, Jumat (21/11).
Ia juga menegaskan teknologi ini memiliki peran penting dalam konsep Network-Centric Warfare (NCW) karena dapat menerima data target dari berbagai platform seperti UAV, radar, hingga pasukan darat. Integrasi ini mempercepat siklus operasi “find–fix–finish” yakni menemukan target, mengunci posisinya, lalu menghancurkannya secara presisi.
“Loitering munitions memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, terutama untuk pengawasan perbatasan dan maritim, mendukung konsep NCW di lingkungan TNI, serta membuka peluang pengembangan oleh industri pertahanan dalam negeri,” kata Teguh.
Baca Juga: Kapal Perang TNI AL dan Destroyer Jepang Latihan di Teluk Jakarta, Ini Aksi Manuvernya
Forum ini turut dihadiri pejabat Kementerian Pertahanan, Universitas Pertahanan, Lemhannas, Kogabwilhan I, Pusjianstra Litbang TNI, serta perwakilan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Sejumlah pimpinan industri pertahanan seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dan PT Sentra Surya Ekajaya juga hadir. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































