HANKAM

Kapal Perang TNI AL dan Destroyer Jepang Latihan di Teluk Jakarta, Ini Aksi Manuvernya

JS Harusame (DD-102)
JS Harusame (DD-102) saat latihan bersama KRI Cut Nyak Dien-375 di perairan Teluk Jakarta, Kamis (20/11). (Foto: Dok. Koarmada I)

Jakarta, IDM – Kapal perang TNI AL, KRI Cut Nyak Dien-375 melaksanakan latihan bersama kapal perusak (destroyer) milik Angkatan Laut Jepang (JMSDF) JS Harusame (DD-102) di Teluk Jakarta, Kamis (20/11).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, mengatakan latihan ini menjadi ajang penting bagi kedua kapal untuk menguji kemampuan taktis di laut.

“Pertemuan di laut kedua unsur ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi taktis, prosedur operasi, serta koordinasi antarkapal saat menghadapi dinamika keamanan kawasan,” katanya dalam keterangan Dispen Koarmada I, dikutip Jumat (21/11).

Baca Juga: TNI AU dan Angkatan Udara Filipina Perkuat Kerja Sama lewat Air Force Working Group ke-16

Dalam latihan tersebut, kedua kapal menjalankan sejumlah materi, di antaranya passing exercise (passex) untuk melatih manuver dan komunikasi, flashing exercise (flashex) yang menguji penggunaan isyarat cahaya pada malam hari, serta peran parade sebagai bentuk penghormatan antarkedua unsur.

“Seluruh rangkaian berjalan aman dan profesional, mencerminkan komitmen TNI AL dan JMSDF dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan keselamatan pelayaran di kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya.

KRI Cut Nyak Dien-375
(Foto: Dok. Koarmada I)

JS Harusame sebelumnya merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Senin (17/11). Kehadiran destroyer kelas Murasame itu merupakan bagian dari agenda diplomasi pertahanan dan pengerahan kekuatan Jepang di kawasan Indo-Pasifik.

Kedatangan kapal disambut jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III. Delegasi TNI AL juga melakukan ship tour untuk melihat fasilitas tempur, pusat kendali, dan sistem persenjataan kapal perang JS Harusame.

Baca Juga: Reformasi Birokrasi Pertahanan Negara Mulai Dibahas untuk Perkuat Daya Tangkal Ancaman Nonmiliter

Dipimpin Commander Makoto Ozawa, JS Harusame berlayar dari Diego Garcia sejak 11 November. Kapal yang bermarkas di Pangkalan Sasebo, Nagasaki, itu rutin menjalankan operasi kontra-pembajakan hingga latihan bersama negara-negara Indo-Pasifik.

Destroyer sepanjang 151 meter dengan bobot penuh sekitar 6.200 ton ini dilengkapi sistem peluncur vertikal (VLS), rudal antikapal Type 90, meriam 76 mm, Phalanx CIWS, tabung torpedo, serta fasilitas helikopter SH-60.

Kunjungan Harusame merupakan bagian dari program Indo-Pacific Deployment JMSDF untuk memperkuat kehadiran dan meningkatkan interoperabilitas dengan negara-negara mitra di kawasan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.