TNI AL Perkenalkan 2 Drone Pengintai Modern saat Defile HUT ke-80 di Monas

Jakarta, IDM – TNI AL menarik perhatian publik saat memperkenalkan tiga pesawat udara nirawak (UAV) dalam defile alutsista pada perayaan HUT ke-80 TNI yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10).
Melalui Skuadron Udara 700 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), TNI AL menampilkan Insitu ScanEagle dan HC-450 VSTOL sebagai demonstrasi kemampuan pengawasan maritim berbasis teknologi tanpa awak.
Ketiga drone ini menjadi simbol peningkatan kemampuan TNI AL dalam menjangkau wilayah laut secara lebih cepat, senyap, dan presisi.
Baca Juga: Presiden Prabowo ke TNI: Ikuti Perkembangan Siber dan AI, Organisasi Usang Diganti
ScanEagle dikenal mampu melakukan pengintaian jarak jauh, pelacakan sasaran, serta pengumpulan data intelijen. Sementara HC-450 VSTOL mengandalkan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal, membuatnya ideal beroperasi dari dek kapal perang.
Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menyebut keikutsertaan ketiga UAV milik TNI AL dalam defile ini sebagai penegasan arah pembangunan kekuatan maritim yang berbasis teknologi tinggi.
Menurutnya, pengoperasian drone bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi elemen strategis dalam sistem operasi pertahanan laut modern.
“Kami sangat bangga Skuadron Udara 700 bisa menampilkan kemampuan utamanya di hadapan rakyat. Keikutsertaan ScanEagle dan HC-450 VSTOL menegaskan TNI AL kini semakin memperkuat mata dan tangannya di udara, terutama untuk pengawasan wilayah maritim yang sangat luas,” ujar Adam, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Senin (6/10).
Baca Juga: Presiden Prabowo Wajibkan TNI Melek Tekonologi dan Ikut Perkembangan Zaman
Senada dengan itu, penanggung jawab tim fefile alutsista Skuadron Udara 700 Mayor Laut (P) Genggong, mengatakan kehadiran drone dalam defile bukan hanya sebatas pameran, melainkan bukti komitmen TNI AL dalam menjaga laut Indonesia dengan teknologi terbaik.
“Kami ingin masyarakat melihat langsung TNI AL telah memiliki aset pengawasan udara yang canggih dan sangat penting untuk menjaga kedaulatan laut kita,” kata Genggong.
“Drone adalah masa depan operasi maritim, dan Skuadron Udara 700 siap mengemban tugas tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: Prajurit Marinir Pamer Aksi Tempur di Depan Presiden saat HUT ke-80 TNI
Keikutsertaan Skuadron Udara 700 dengan drone pengintainya merupakan bagian dari kekuatan besar yang dikerahkan TNI pada perayaan kali ini. Sebanyak 31 pesawat udara TNI AL ikut ambil bagian dari total 156 pesawat tiga matra yang tampil dalam demo udara resmi, pada HUT ke-80 TNI yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Secara keseluruhan, TNI mengerahkan 1.047 alutsista, mulai dari kendaraan taktis, artileri, helikopter, hingga pesawat tempur dan angkut. Unsur udara TNI AL terdiri dari helikopter Bell 505 Ranger, Bell 412, Panther AS565 MBE, pesawat Piper Archer PA-28, Bonanza G-36, King Air KA 350i, Casa NC-212, CN-235 MPA, serta UAV ScanEagle dan HC-450.
Pada sesi demo udara, Puspenerbal menampilkan berbagai formasi seperti Flypast Latih, Flypast Walet, Flypast Paus, Nusantara Giant Flight, hingga formasi akrobatik Rajawali Laut Flight (RaLF) yang dimainkan enam pesawat Bonanza G-36.
Selain alutsista, 133.480 prajurit gabungan dikerahkan untuk mendukung upacara, simulasi tempur, penerjunan, hingga pengamanan wilayah. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































