Perkembangan teknologi militer modern telah mengubah wajah medan tempur secara drastis. Kebutuhan akan data intelijen yang secara berkala (real-time), akurat, dan berisiko rendah bagi personel menjadi prioritas utama. Menjawab tantangan tersebut, TNI Angkatan Laut (TNI AL) tidak tinggal diam. Berdasarkan Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Nomor 10 Tahun 2016, dibentuklah Skuadron 700 Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) di bawah naungan Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yang bermarkas di Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
TNI AL mengakui operasional pesawat tanpa awak atau drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) di atas kapal perang memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi daripada di daratan. Keterbatasan ruang ancang-ancang dan guncangan dek akibat turbulensi udara laut menjadi tantangan utama bagi para operator.
TNI AL angkat bicara mengenai rumor identitas kapal induk yang akan memperkuat pertahanan maritim Indonesia. Fokus publik saat ini tertuju pada penamaan unsur KRI baru yang santer dikabarkan bakal mengusung nama tokoh pemersatu Nusantara, KRI Gajah Mada.
Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) terus memperkuat kualifikasi personel udaranya. Terbaru, Senin (6/4), seorang perwira penerbang dari Wing Udara 3 sukses menuntaskan program pengalihan jenis pesawat (konversi) untuk mengoperasikan helikopter Bell 412.
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (Abd) Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Wing Udara 2 di Lapangan Dirgantara Lanud Abd, Malang (20/10).
Modernisasi kekuatan udara TNI AL kini tidak hanya bergantung pada pembaruan alutsista, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi secara mandiri. Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mulai membuka pintu kolaborasi dengan kalangan riset nasional.
TNI AL menarik perhatian publik saat memperkenalkan tiga pesawat udara nirawak (UAV) dalam defile alutsista pada perayaan HUT ke-80 TNI yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10).
Heli Panther Wing Udara 2 menggelar evakuasi medis di KRI dr. Wahidin Sudirohusodo. Skenario latihan memperlihatkan sebuah kondisi darurat di tengah laut saat KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sedang melaksanakan operasi.
Para penerbang TNI Angkatan Laut dari jajaran Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mensimulasikan peperangan melawan kapal musuh.