HANKAM

Puspenerbal dan BRIN Jajaki Riset Teknologi Senjata hingga Sensor

Wing Udara 2
Wing Udara 2 Puspenerbal menerima kunjungan BRIN di Surabaya, Kamis (16/10). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM - Modernisasi kekuatan udara TNI AL kini tidak hanya bergantung pada pembaruan alutsista, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi secara mandiri. Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mulai membuka pintu kolaborasi dengan kalangan riset nasional.

Wing Udara 2 Puspenerbal menerima kunjungan delegasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Surabaya, Kamis (16/10), untuk menjajaki kerja sama pengembangan teknologi pertahanan berbasis riset.

Baca Juga: Rotasi Jabatan, Lanud H.AS Hanandjoeddin Dipimpin Komandan Baru

Fokus pembahasan mencakup aspek persenjataan, munisi, serta teknologi pendukung operasional seperti sensor canggih, kecerdasan buatan (AI) untuk analisis data, pesawat nirawak (drone) tempur, hingga sistem komunikasi terenkripsi.

Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menilai kehadiran BRIN merupakan tindak lanjut penting dalam menyelaraskan riset nasional dengan kebutuhan konkret di lapangan.

“Di era teknologi yang bergerak sangat cepat, kekuatan militer tidak hanya diukur dari jumlah alutsista, tetapi juga keunggulan teknologi yang dimiliki. Kerja sama dengan BRIN adalah investasi krusial bagi masa depan penerbangan TNI AL,” tegasnya, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Jumat (17/10).

Baca Juga: Penerbang Skadron Udara 5 dan 11 Lanud Sultan Hasanuddin Pertajam Kemampuan Terbang Malam

Adam berharap kolaborasi dengan para ahli riset dari BRIN dapat menemukan terobosan teknologi yang spesifik dan relevan untuk kebutuhan militer udara matra laut.

"Tujuan akhirnya adalah memperkuat dan mempertajam kemampuan penerbangan TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah laut nasional, menjadikan prajurit kami tidak hanya mahir, tetapi juga didukung teknologi terkini," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.