Pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan nomor registrasi A-1317 siap kembali mengudara usai menjalani proses modernisasi di PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia.
Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia perlu diarahkan tidak hanya untuk memperkuat kemampuan operasional TNI, tetapi juga membangun kemandirian industri pertahanan nasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bicara modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) hingga dinamika tantangan global. Hal ini dikatakannya dalam amanatnya kepada seluruh prajurit dan ASN pada momentum Upacara Bendera tanggal 19 Oktober 2026.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa kesiapan personel menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung modernisasi yang tengah berlangsung di TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menekankan pentingnya kesiapan lembaga pendidikan penerbang dalam mendukung modernisasi TNI Angkatan Udara.
Pada titik ini, modernisasi Indonesia cenderung lebih tepat dipahami sebagai proses akuisisi kekuatan ketimbang pembangunan kemandirian. Negara memang terlihat semakin modern dalam aspek platform militer yang dimiliki, tetapi pada saat yang sama masih berada dalam struktur ketergantungan teknologi yang dalam dan sistemik terhadap pihak luar. Inilah paradoks utama yang membingkai perkembangan pertahanan Indonesia hari ini yaitu semakin besar belanja modernisasi, semakin jelas pula batas kemandirian yang belum tercapai.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menuntaskan modernisasi sepuluh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 3 yang dikenal dengan program Falcon STAR (Structural Augmentation Rodmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update).
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) tidak hanya ditujukan untuk memperkuat pertahanan nasional, tetapi juga untuk mempercepat operasi kemanusiaan dan penanganan bencana di seluruh wilayah Indonesia.
Prestasi membanggakan diraih Kapten Arm Moch. Rizky Kurnia Haqiki. Prajurit Armed ini berhasil menyelesaikan pelatihan internasional strategis sebagai bagian dari program penguatan kemampuan TNI AD dalam menghadapi modernisasi alutsista.