HANKAM

KSAU Tegaskan Pentingnya Kesiapan Personel Seiring Modernisasi Alutsista TNI AU

KSAU
KSAU saat meninjau kesiapan satuan di Lanud R. Suryadi Suryadarma. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa kesiapan personel menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung modernisasi yang tengah berlangsung di TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Penegasan tersebut disampaikan KSAU saat memberikan pengarahan kepada para perwira Lanud R. Suryadi Suryadarma dan unsur satuan terkait, Selasa (15/9).

"Modernisasi tidak berhenti pada pengadaan alutsista, tetapi harus memastikan setiap kemampuan yang hadir dapat dioperasikan secara optimal. Untuk itu, TNI AU membutuhkan personel yang profesional dan berkualitas serta memiliki pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawabnya," tegas KSAU dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (16/9).

Baca Juga: Gantikan Mayjen Yudha, Brigjen Riyanto Kini jadi Panglima Koops TNI Habema

Selain itu, KSAU turut menyoroti bagaimana kesiapan personel perlu berjalan beriringan dengan penataan berbagai aspek pendukung operasi. Tonny menekankan pentingnya kesiapan organisasi, doktrin, pemeliharaan, hingga pola operasi agar kemampuan alutsista yang dimiliki TNI AU tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan kemampuan operasi.

Sejalan dengan hal tersebut, budaya keselamatan atau safety juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan operasi. Menurut Tonny, keselamatan harus menjadi tanggung jawab seluruh unsur yang terlibat dalam setiap tahapan operasi, mulai dari penyiapan, pemeliharaan, perencanaan, hingga pengendalian operasi.

Demonstrasi udara
Demonstrasi udara Airborne Assault Tactical Training (AATT) yang melibatkan dua pesawat C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31 yang disaksikan langsung oleh KSAU. (Foto: Dok. Dispenau)

" Safety merupakan tanggung jawab seluruh unsur dalam siklus operasi, mulai dari penyiapan, pemeliharaan, perencanaan, hingga pengendalian operasi," imbuh KSAU.

Penerapan prinsip keselamatan tersebut tetap harus dijaga di tengah tuntutan efisiensi. Tonny menegaskan, efisiensi tidak boleh berdampak pada penurunan standar keselamatan maupun menghambat kesiapan organisasi.

Baca Juga: Potensi Konflik Membayangi, TNI AD Gelar Latihan Intensif di Papua Selatan

Karena itu, efisiensi perlu ditempuh melalui langkah yang tetap mendukung peningkatan kesiapan, antara lain dengan mengoptimalkan pemanfaatan simulator, mengintegrasikan berbagai kegiatan, serta memperkuat budaya berbagi pengalaman antarpersonel.

"Penguatan kesiapan personel dan budaya safety tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan modernisasi alutsista TNI AU dapat memberikan peningkatan kemampuan operasi secara optimal," pungkas Tonny.

Dalam kunjungan kerja tersebut, KSAU juga meninjau sejumlah kegiatan dan satuan untuk melihat secara langsung kesiapan operasional TNI AU. Di antaranya kesiapan Dynamic Pegasus, demonstrasi udara Airborne Assault Tactical Training (AATT) yang melibatkan dua pesawat C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31, kesiapan ambulance udara di Skadik 105 Wingdik 100/Terbang, serta Depohar 90.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.