Perkembangan teknologi militer modern telah mengubah wajah medan tempur secara drastis. Kebutuhan akan data intelijen yang secara berkala (real-time), akurat, dan berisiko rendah bagi personel menjadi prioritas utama. Menjawab tantangan tersebut, TNI Angkatan Laut (TNI AL) tidak tinggal diam. Berdasarkan Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Nomor 10 Tahun 2016, dibentuklah Skuadron 700 Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) di bawah naungan Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yang bermarkas di Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Komando Latihan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Kolat Penerbal) melatih 15 perwira penerbang untuk mengendalikan pesawat tanpa awak jenis ScanEagle. Pelatihan khusus operator drone buatan Boeing, Amerika Serikat, ini berlangsung di Markas Kolat Puspenerbal sejak 1 September hingga 8 Oktober 2026.
Prajurit Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menguji ketepatan mendaratkan helikopter di atas geladak KRI Usman Harun-359, pada Selasa (1/9).
Penerbang helikopter TNI AU dan AD mulai mengasah kemampuan pendaratan di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, Sidoarjo. Latihan ini menjadi persiapan penting sebelum menempatkan helikopter lintas angkatan di atas kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang bakal berganti nama menjadi KRI Gadjah Mada.
Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) membantah narasi yang menyebut fasilitas pesawat CN 235 nomor lambung P-8305, dijadikan sarana bebas peredaran narkotika. Pihaknya menegaskan penggagalan pengiriman sabu tersebut justru lahir dari ketelitian sistem pengawasan internal di lapangan.
Jajaran Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mematangkan kesiapan mata udara mereka dalam mengawal wilayah kedaulatan laut yurisdiksi nasional. Korps penerbang matra laut tersebut resmi menggelar latihan operasi pengintaian udara taktis 2026.
Media simulasi geladak helikopter milik Skuadron Udara 100 Puspenerbal ternyata tidak hanya disiapkan untuk pertempuran laut. Fasilitas instruksi terbaru ini memiliki rancangan fleksibel untuk menggembleng penerbang dalam menjalankan beragam skenario misi kemanusiaan dan bantuan logistik lintas samudra.
TNI AL mengakui operasional pesawat tanpa awak atau drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) di atas kapal perang memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi daripada di daratan. Keterbatasan ruang ancang-ancang dan guncangan dek akibat turbulensi udara laut menjadi tantangan utama bagi para operator.
TNI AL tengah melakukan lompatan besar dalam doktrin pertahanan maritim melalui pematangan konsep Air Wing Mobile. Strategi ini memungkinkan unit sayap udara tidak lagi bergantung pada pangkalan darat, melainkan dapat diproyeksikan sepenuhnya dari geladak kapal perang (sea-based) untuk mendukung berbagai misi operasi.
TNI AL angkat bicara mengenai rumor identitas kapal induk yang akan memperkuat pertahanan maritim Indonesia. Fokus publik saat ini tertuju pada penamaan unsur KRI baru yang santer dikabarkan bakal mengusung nama tokoh pemersatu Nusantara, KRI Gajah Mada.