Perkuat Intelijen Maritim, Penerbang TNI AL Uji Intai Udara Taktis

Jakarta, IDM – Jajaran Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mematangkan kesiapan mata udara mereka dalam mengawal wilayah kedaulatan laut yurisdiksi nasional. Korps penerbang matra laut tersebut resmi menggelar latihan operasi pengintaian udara taktis 2026.
Inspektur Puspenerbal Laksma TNI Johannes Tambunan membuka langsung upacara latihan tersebut. Kegiatan strategis ini berlangsung di Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (4/6).
Johannes hadir mewakili Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana. Sejumlah pejabat utama di lingkungan maskapai militer laut tersebut turut mengawal pembukaan latihan.
Baca Juga: Jembatan Garuda Tahap III Perkuat Akses Strategis dan Ketahanan Wilayah Papua
"Latihan ini untuk terus meningkatkan naluri tempur dan profesionalisme prajurit pengawak alutsista," ujar Johannes, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Jumat (5/6).
Puspenerbal menggelar latihan ini khusus untuk memperkuat fungsi intelijen, pengawasan, dan pengintaian udara (intelligence, surveillance, and reconnaissance/ISR). Langkah taktis tersebut bertujuan membentengi keamanan wilayah maritim NKRI dari berbagai potensi ancaman luar.
Untuk menghasilkan data intelijen yang akurat, armada udara Penerbal mengandalkan dukungan teknologi modern. Sederet fitur canggih seperti video beresolusi tinggi (HD video), citra inframerah (infrared imagery), dan sistem identifikasi otomatis (automatic identification system/AIS) siap beroperasi di pesawat intai.
Baca Juga: Bantu Obati Warga Sakit, TNI di Perbatasan Diberi 2 Senjata Api
Integrasi teknologi modern ini memungkinkan pesawat pengintai TNI AL menyajikan gambaran situasi taktis di lapangan secara cepat dan tepat waktu (real-time). Pasokan data cepat ini sangat membantu komando atas untuk mengambil keputusan taktis di tengah dinamika laut.
Dalam kesempatan tersebut, Johannes menjabarkan tiga instruksi penting dari pimpinan yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta selama latihan berlangsung.
"Laksanakan latihan sungguh-sungguh sesuai prosedur, jaga kepercayaan besar yang diberikan oleh pimpinan TNI AL, dan terapkan safety culture (budaya keselamatan) di setiap tahapan demi mewujudkan zero accident (nihil kecelakaan)," tegas Johannes memungkasi arahan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































