HANKAM

TNI AL Latih Perwira Penerbang Kendalikan Drone ScanEagle

Komandan Kolat Penerbal Letkol Laut (P) Rai Terianom
Komandan Kolat Penerbal Letkol Laut (P) Rai Terianom menyematkan tanda peserta kepada perwira penerbang saat pembukaan kursus operator UAV ScanEagle di Markas Kolat Puspenerbal, Sidoarjo, Selasa (1/9). (Foto: Dok. Kolat Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Komando Latihan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Kolat Penerbal) melatih 15 perwira penerbang untuk mengendalikan pesawat tanpa awak jenis ScanEagle. Pelatihan khusus operator drone buatan Boeing, Amerika Serikat, ini berlangsung di Markas Kolat Puspenerbal sejak 1 September hingga 8 Oktober 2026.

Komandan Kolat Penerbal Letkol Laut (P) Rai Terianom membuka langsung jalannya program yang dirancang berjalan selama 28 hari tersebut. Pembekalan ini bertujuan mencetak kader operator maritim yang menguasai teknik penerbangan, pengawasan wilayah, hingga pemeliharaan sistem drone.

Baca Juga: TNI Siagakan 1.012 Personel Antisipasi Aktivitas Gunung Sinabung, Siapkan Posko hingga Koordinasi dengan SPPG

Selama program berlangsung, para peserta mendalami materi teknis pengoperasian stasiun kendali darat (ground control station), pemetaan wilayah penerbangan (map reading), hingga pengaturan jalur udara (airspace deconfliction) agar tidak berbenturan dengan pesawat lain.

Selain teori, 15 perwira ini mempraktikkan langsung prosedur peluncuran drone menggunakan alat ScanEagle launcher, pemrograman rute terbang, dan diakhiri dengan uji terbang normal atau llatihan praktik normal flight.

Rai menjelaskan, pembekalan intensif ini menjadi bagian penting untuk memperkuat kemampuan pengintaian perairan nasional.

Baca Juga: Kuliah Kerja di Kalsel, Pasis Seskoau A-65 Kaji Potensi Energi hingga Penanganan Karhutla

"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan personel dalam pengoperasian UAV, baik secara individu maupun kelompok, serta membentuk kader yang memiliki pemahaman tentang taktik, teknis, prosedur operasional, dan pemeliharaan UAV," ujar Rai kepada Indonesia Defense Magazine, Rabu (2/9).

Rai juga menginstruksikan seluruh perwira agar mengikuti tiap sesi latihan dengan disiplin tinggi, mematuhi arahan instruktur, serta menjaga kondisi fisik hingga seluruh rangkaian program tuntas.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.