HANKAM

Kuliah Kerja di Kalsel, Pasis Seskoau A-65 Kaji Potensi Energi hingga Penanganan Karhutla

Pasis Seskoau A-65
Pasis Seskoau A-65 menjalani kuliah kerja di Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto: Dok. Penerangan Seskoau)

Jakarta, IDM – Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-65 mengkaji potensi energi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kajian tersebut dilakukan melalui Kuliah Kerja Departemen Depmastra serta Pencarian Data Penelitian Depjemen di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (2/9), di mana rombongan Pasis dipimpin langsung oleh Komandan Seskoau Marsda TNI Jorry S. Koloay.

Sejalan dengan tujuan kerja tersebut maka kegiatan kali ini dilaksanakan dengan mengusung tema “Penguatan Manajemen dan Strategi Ketahanan Energi dalam Menghadapi Perkembangan Lingkungan Strategis Global Guna Mendukung Kebijakan Pertahanan Negara.”

Baca Juga: Kisah Perjuangan Andi, Anak Yatim Piatu yang Lolos jadi Prajurit TNI AD

Tema tersebut relevan dengan kondisi Kalimantan Selatan yang memiliki kekayaan sumber daya energi sekaligus potensi pengembangannya. Menurut Marsda TNI Jorry, potensi tersebut tidak berhenti pada batu bara, tetapi juga mencakup energi baru terbarukan dan hilirisasi sumber daya alam. Di sisi lain, jaringan transportasi dan logistik di Kalsel turut mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional.

Komandan Seskoau Marsda TNI Jorry S. Koloay
Komandan Seskoau Marsda TNI Jorry S. Koloay memimpin rombongan Pasis Seskoau A-65 yang menjalani kuliah kerja di Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto: Dok. Penerangan Seskoau)

“Potensi besar ini merupakan amanah yang harus dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dan terintegrasi demi kemaslahatan masyarakat serta kepentingan nasional,” ungkap Marsda TNI Jorry, dikutip dari Penerangan Seskoau, Rabu (2/9).

Kajian Pasis kemudian diarahkan pada persoalan Karhutla yang masih dihadapi Kalimantan Selatan. Isu tersebut dibahas melalui paparan sejumlah pihak yang memiliki kewenangan di bidang pertahanan, keamanan, dan pengelolaan sumber daya.

Baca Juga: TNI Siagakan 1.012 Personel Antisipasi Aktivitas Gunung Sinabung, Siapkan Posko hingga Koordinasi dengan SPPG

Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, misalnya, memberikan perspektif dari sisi pertahanan wilayah, sementara Dirkrimum Polda Kalsel Kombes Pol Frido Situmorang dan Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel Endarto menyampaikan paparan sesuai bidang masing-masing. Narasumber lainnya adalah Kepala Bappeda Kalsel Suprapti T. Astuti, Senior Manager Perencanaan PLN UID Kalselteng Roxy Swagerino, serta perwakilan KSOP Ahmad Fathoni.

Paparan para narasumber menjadi bahan bagi Pasis untuk melengkapi data penelitian dan melihat keterkaitan ketahanan energi, pengelolaan sumber daya alam, serta penanganan Karhutla dengan kepentingan pertahanan negara.

Bagi Pasis, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan untuk memahami kondisi daerah sekaligus dinamika lingkungan strategis dalam kaitannya dengan kebijakan pertahanan negara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.