Heli Panther Wing Udara 2 Gelar Evakuasi Medis di KRI Wahidin Sudirohusodo

Jakarta, IDM – Heli Panther Wing Udara 2 menggelar evakuasi medis di KRI dr. Wahidin Sudirohusodo. Skenario latihan memperlihatkan sebuah kondisi darurat di tengah laut saat KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sedang melaksanakan operasi.
Seorang prajurit dikabarkan mengalami cedera serius dan memerlukan evakuasi medis udara dengan segera.
Menanggapi situasi tersebut, Helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda segera diterbangkan dari Pangkalan TNI AL Juanda menuju kapal rumah sakit TNI AL KRI dr. Wahidin Sudirohusodo.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Gandeng EIB Bangun 15 Pusat Ketahanan Kesehatan Nasional di Fasilitas Militer
Tidak butuh waktu lama, Helikopter yang dipiloti oleh dua penerbang muda TNI AL, Lettu Laut (P) Agil dan Lettu Laut (P/W) Michelle, helikopter Panther sukses mendarat di Dek Helipad KRI dr. Wahidin Sudirohusodo dan melakukan proses Evakuasi Medis Udara (EMU) terhadap personel yang mengalami cedera.
Selanjutnya, korban dibawa dengan cepat ke Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Skenario tersebut merupakan bagian dari latihan taktis yang disimulasikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan unsur udara dan laut dalam menghadapi kondisi darurat di laut.
Baca Juga: 122 Putra Kalimantan Lulus Prajurit TNI AD, Ada dari Suku Dayak dan Banjar
Latihan ini menjadi bagian dari peningkatan kapabilitas operasi terpadu antara satuan udara dan kapal rumah sakit TNI AL.
Komandan Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal, Mayor Laut (P) Kuswoyo, menuturkan latihan ini adalah bentuk profesionalisme dan kesiapsiagaan satuannya dalam mendukung misi-misi kemanusiaan TNI AL.
“Kami terus melatih kemampuan penerbang dan kru helikopter agar sigap dalam menjalankan misi EMU. Helikopter Panther memang dirancang tidak hanya untuk misi patroli dan antikapal selam, tapi juga fleksibel dalam mendukung operasi kemanusiaan seperti evakuasi medis,” ungkap Mayor Kuswoyo yang dikutip dari tnial.mil.id, Sabtu (19/7).
Senada dengan hal tersebut, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menyebut latihan evakuasi medis menunjukkan sinergi antara kekuatan udara dan laut dalam mewujudkan kesiapan tempur dan tanggap darurat secara simultan.
“Latihan ini penting sebagai refleksi kesiapan kita menghadapi situasi nyata. KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit terapung harus didukung oleh unsur udara yang mampu bergerak cepat dan presisi, dan hari ini kita melihat sinergi itu terwujud,” ujar Adam.
Adam menerangkan latihan evakuasi medis menjadi ajang evaluasi sistem komunikasi, koordinasi teknis pendaratan, serta prosedur medis awal yang dilaksanakan secara lintas satuan.
"Melalui kegiatan seperti ini, TNI AL membuktikan komitmennya untuk terus mengembangkan kemampuan operasional dan pelayanan kemanusiaan di medan laut," tandasnya. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































