HANKAM

Puspenerbal Kembali Cetak Kapten Pilot Helikopter Bell 505

Helikopter Bell 505.
Puspenerbal cetak Lettu Laut (P) Dito sebagai kapten pilot baru untuk helikopter Bell 505 Jet Ranger X, Sidoarjo, Jumat (11/7). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) kembali mencetak seorang kapten pilot, untuk mengawaki helikopter Bell 505 Jet Ranger X.

Helikopter tersebut merupakan alutsista udara di jajaran Wing Udara 2, Sidoarjo, Jumat (11/7).

Komandan Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal Mayor Laut (P) Bani, mengungkapkan, kapten pilot bernama Lettu Laut (P) Dito, telah menyelesaikan seluruh rangkaian latihan, termasuk fase kritis berupa kedaruratan.

Baca Juga: Danlanud Adi Soemarmo Buka Pendidikan Setukpa A-33 TA 2025

"Setelah melalui tahapan panjang pelatihan, evaluasi, dan simulasi prosedur darurat secara intensif, puncaknya adalah general check bersama instruktur penerbang. Dito dinyatakan lulus dan layak sebagai kapten pilot, memperkuat barisan pilot helikopter operasional TNI AL," kata Bani, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Sabtu (12/7).

Senada dengan itu, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menyatakan regenerasi kapten pilot sangat penting untuk menjamin kesiapan operasional dan pembinaan penerbang secara berkelanjutan.

"Bell 505 menjadi salah satu platform andalan dalam pembinaan. Bertambahnya kapten pilot Bell 505 bukan hanya menambah kekuatan operasional, tapi juga menjadi harapan untuk membina calon-calon penerbang di masa depan," tegas dia.

Bell 505 Jet Ranger X dikenal dengan desain modern, avionik canggih Garmin G1000H, dan tingkat manuverabilitas tinggi. Helikopter ini ideal digunakan untuk latihan maupun operasi ringan.

Baca Juga: Begini Cara Polisi Militer Marinir Kejar Desertir TNI

"Dibekali mesin Safran Arrius 2R, heli ini memberikan tenaga yang andal dan efisiensi bahan bakar yang unggul di kelasnya," sambung Adam.

Dalam kesehariannya di lingkungan TNI AL, Bell 505 yang unggul dalam fleksibilitas dan keamanan, digunakan sebagai alat utama pembinaan penerbang heli, terutama dalam melatih manuver dasar, navigasi, hingga simulasi emergensi.

"Lahirnya kapten pilot Bell 505 baru menjadi bukti nyata komitmen Wing Udara 2 mencetak generasi penerbang andal. Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi perwira muda yang menyusul, mengisi kebutuhan strategis TNI AL di era modernisasi pertahanan saat ini," pungkas dia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.